Rabu, 10/04/2019, 23:06:55
Eksistensi Manusia ialah Memanusiakan Manusia
Oleh: Siti Komariah

Manusia ialah makhluk Tuhan yang sempurna. Memiliki akal dan hati nuarani. KBBI edisi V mengartikan bahwa manusia ialah makhluk yang berakal budi. Manusia tidak lain seperti hewan hanya saja berbeda dalam akal pikiran, hewan tidak menggunakan akal dan pikiran namun menggunakannya insting. Manusia memang makhluk unik yang menghuni bumi. Sebelum ada manusia Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, setelah itu hiduplah manusia-mansial lainnya seperti sekarang ini.

Dalam kehidupan problem kerap kali ditemukan dalam setiap detiknya. Problem terjadi seringkali memanas ketika tahun politik sudah mulai didengungkan. Masalah demi masalah datang dan menjadi bahan perebutan para calon untuk menyelesaikannya. Hal biasa dalam sebuah tataran kekuasaan ialah eksistensi, seringkali mereke eksistensi tanpa memedulikan hal-hal yang lain. Kasus tindakan yang berbau rakyat biasa mereka tindih dengan kasus-kasus yang berbau penguasa, begitulah sering kali manusia tidak aakn puas dalam hal tindakan.

Kasus kekerasan seringkali terjadi di daerah manapun, dari yang pelososk hingga yang tidak pelososk. Namun semua calon legislatif seolah diam membisu jika tidak diliput oleh media, mereka mementingkan eksistensi di atas banyak penderitaan orang lain. Manusia dengan diberkati akal oleh Tuhan sharusnya mumpuni dalam memanusiakan manusia. Hal cemoohan dan tindakan seksuak sudah menjadi bahan dagangan murah yang diperjual belikan setipa hari di pasaran. Indonesia semakin melemah dengan tidak memedulikan kasus-kasus yang keci padahala berakibat fatal dimasa yang akan datang.

Era sekarang ini manusia bukan lagi berpijak pada kebenaran, namu pada sebuah kepentingan diri sendiri. Melihat media yang sering kali meliput para penguasa itu adalah hal yang istimewa dari penguasa tersebut. Disamping itu pula manusia hanya tahu tentang kehidupan dirinya dengan kekuasaan. Semakin banyak kasus-kasus tersebut palah semakin dibiarkan oleh penguasa.

Kasus yang masih hangat ialah seorang perempuan yang menjadi korban pemerkosaan oleh petugas BPJS. Jika bisa kita lihat bahwa seorang yang sedang bertugas dalam tanggung jawab sosila tentu memiliki sebuah norma yang lebih unguul dibandingkan rakyat biasa, nayatnya kejadian seperti itu sering dijumpai. Penguasa hanya akan menindaklanjuti kasus tersebut setelah menguntungkan terhadap dirinya. Yang ada dipemikiran para penguasa ialah sebuah keuntungan untuk dirinya saja.

Indonesia merdeka pada tahun 1945 itu merdeka dari sebuah jajahan para belanda. Namun, belum sepenuhnya merdeka terhadap diri sendiri. Saat ini segala bentuk tindakan kritikan terhadap pemerintah perlahan mulai dibungkam, seharusnya dengan Indonesia negara demokrasi tentu semua suara seharusnya didengar, hal tersebut juga bisa disebut dengan tidak memanusiakan mansia. Selain dengan hal demikian pada diri manusia zaman sekarang ini tertancap sebuah rasa emosioanl yang tinggi dan rasa iri dengki. Kasus pembunuhan satu keluarga yang sudah terjadi dua kali mruapakan dilatar belakangi oleh hal-hal demikian.

Selain kasus pmerkosaan, pembunuhan dan pembungkaman yaitu kasus Buliying. Kasus tersbut terjadi pada seorang anak dimana anak tersebut masih lugu dan tidak tahu soal penampilan atau hal lainnya. Menjadi mansia seharusnya memiliki batin lebih atau rasa peka yang sangat ada.

Memanusiakan manusia adalah suatu keunggulan dari manusia tersebut, bagaimana manusia mampu melihat dirinya yang terkadang lebih hebat dan ebih rednah dari manusia lain. Eksistensi sudah seharusnya cenderung kepada ha-hal yang bermanfaat untuk orang lain bukan dirinya saja. Jika saja hal sedemikan seringkali terjadi, tunas muda semakin pupuh dan tidak ada kekauatan yang kuat karena sesama manusia hanya berebut tentang kekuasaan saja.

Memanusiakan manusia bisa ditanamkan dari pendidikan keluarga agar nanti ketika memeroleh pendidikan di lingkungan sudah memiliki bentengnya. Menajidakn indonesia maju dan berkembang tidak harus dengan hal-hal yang tampak jelas dan terlihat orang lian, namun dengan memulai diri sendiri dan memberikan kemerdekaan untuk orang lain.

(Siti Komariah adalah Mahasiswa Teknik Informatika Semester Dua Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)


Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita