Senin, 18/03/2019, 22:32:17
Gelapkan Uang Perusahaan, GM Karoke Disidang
LAPORAN JOHARI

 Kaja Soesanto alias Apiauw (baju putih) GM Blue Haven KTV dikawal petugas kejaksaan. (FT: Johari)

PanturaNews (Tegal) –  Kaja Soesanto alias Apiauw warga Perum Baruna Asri Kota Tegal, Jawa Tengah mantan General Manajer (GM) Blue Haven Karoke Televisi (KTV) di Komplek Ruko Nirmala Square Kav K1-2 Jl.Yos Sudarso No.33 Kota Tegal, terpaksa dimejahijaukan. Pasalnya, ia diduga menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 180 juta.

Majelis hakim diketuai  Jhoni Witanato SH MH yang juga ketua Pengadilan Negeri (PN) Tegal, hakim anggota Fatarony  SH dan Haklainul Dunggio SH. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddowan SH dan Risky Fany Ardiansyah SH.

Sidang lanjutan yang digelar di PN Tegal, Senin 18 Maret 2019 dengan agenda keterangan sejumlah  saksi, diantaranya Hartono Santoso pemilik (owner) Blue Haven KTV, Nanang bendahara, Wahid keuangan, Ita admin dan Widya sekretaris owner.

Saksi Hartono Santoso menyebutkan,  pada tahun 2013 terdakwa mulai bekerja di Blue Haven KTV sebagai direktur II (marketing).  Kemudian tahun 2016 terdakwa diangkat sebagai General Manager di Blue Haven KTV yang bertugas melakukan pembelanjaan barang, pemasaran, mMenyiapkan paket minuman, mengurusi karyawan, melakukan perbaikan atau service alat-alat yang ada di blue haven KTV dan mengawasi keuangan. Selama ini laporan keuangan perusahaan kepada owner satu bulan sekali.

“Terdakwa sebagai GM laporan keuangan perusahaan, kepada saya satu bulan sekali. Saya tidak pernah melihat uangnya, Cuma laporan tertulis,” kata Hartono Santoso.

Di kemudian hari lanjut Hartono Santoso, ia mencurigai adanya transferan dari rekening perusahaan ke rekening pribadi. Selanjutnya dilakukan audit internal dan ditemukan kerugian perusahaan sekitar Rp 2,7 miliar. Namun setelah diklarifikasi kekurangan uang perusahaan susut menjadi Rp 900 juta. Ketika diaudit ulang, ditemukan 5 kali transferan dari rekening perusahaan ke rekening pribadi terdakwa senilai Rp 180 juta.  Uang Rp 180 juta itu, terdakwa tidak bisa mempertanggungjawabkan.

Sedangkan keterangan saksi Nanang selaku bendahara, mengakui ia disuruh pimpinan (terdakwa)  untuk transfer  dari rekening perusahaan  ke rekening pribadi . “Rekening perusahaan BCA no. 047-9221440 atas nama Kaja Soesanto. Saya lima kali disuruh transfer dari rekening perusahaan ke rekining pribadi terdakwa, pak hakim,”  tegas Nanang.

Dalam dakwaan sebelumnya tercatat,

-  Pada tanggal 24 Juli 2017 TRF E- BANKING dari rekening BCA no. 047-9221440 (rekening blue haven KTV) atas nama Kaja Soesanto ke rekening BCA No. 047-9375889 An.KAJA SOESANTO (rekening pribadi terdakwa) sebesar Rp.30.000.000 (tiga Puluh Juta Rupiah)

-    Pada tanggal 08 Agustus 2017 TRF E- BANKING dari rekening BCA no. 047-9221440 (rekening blue haven KTV) atas nama Kaja Soesanto ke rekening BCA No. 047-9375889 An.KAJA SOESANTO (rekening pribadi terdakwa) sebesar Rp.30.000.000 (tiga Puluh Juta Rupiah).

-    Pada tanggal 20 September 2017 TRF E- BANKING dari rekening BCA no. 047-9221440 (rekening blue haven KTV) atas nama Kaja Soesanto ke rekening BCA No. 047-0714999 An.KAJA SOESANTO (rekening pribadi terdakwa) sebesar Rp.30.000.000 (tiga Puluh Juta Rupiah).

-    Pada tanggal 23 Oktober 2017 TRF E- BANKING dari rekening BCA no. 047-9221440 (rekening blue haven KTV) atas nama Kaja Soesanto ke rekening BCA No. 047-0714999 An.KAJA SOESANTO (rekening pribadi terdakwa) sebesar Rp.45.000.000 (Empat Puluh Lima Juta Rupiah).

-    Pada tanggal 03 November 2017 TRF E- BANKING dari rekening BCA no. 047-9221440 (rekening blue haven KTV) atas nama Kaja Soesanto ke rekening BCA No. 047-0714999 An.KAJA SOESANTO (rekening pribadi terdakwa) sebesar Rp.45.000.000 (Empat Puluh Lima Juta Rupiah). Total Rp 180 juta

Dengan bukti-bukti transfer itu, terdakwa tidak bisa mengelak dan akhirnya mengakui perbuatannya.

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita