Sabtu, 16/03/2019, 14:04:28
Bawaslu Brebes Tangani 3 Kasus Pelanggaran Baru
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sedang menangani tiga kasus baru terkait dugaan-dugaan pelanggaran Pemilu yang sudah dilaporkan oleh warga. Tiga kasus itu diantaranya adalah yang pertama, dugaan ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Tahroni.

Dalam kasus tersebut, Tahroni dilaporkan warga tengah foto bersama dengan mantan anggota DPRRI, Damayanti, sembari mengacungkan jempol di sebuah media sosial Facebook. Warga menyebut, bahwa apa yang telah dilakukan Tahroni diduga tidak netral, karena statusnya sebagai ASN.

Dimana, bahwa dengan mengacungkan jari jempol identik dengan memberikan dukungan terhadap calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) nomor 1, yakni Jokowi-Ma’ruf.
Kemudian kasus yang kedua, dugaan pelanggaran kampanye di tempat pendidikan, yang melibatkan calon legislatif (caleg) dari PKS, yakni Abdullah Syafaat. Dalam laporannya, Abdullah Syafaat, memberikan sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) diduga memboceng Abdul Fikri Faqih yang programmnya dari Pemerintah Pusat di SD Negeri Petunjungan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Sebagaimana diketahui, Abdul Fikri Faqih, merupakan caleg incumbent dari fraksi PKS DPR RI dan berada di Daerah Pemilihan IX Jateng sebagai Komisi VII, yang membidangi pendidikan. Selanjutnya kasus yang ketiga adalah dugaan ketidakprofesionalan tiga KPU Brebes komisioner, yakni dalam hal ini adalah Ketuanya Muamar Riza Pahlevi beserta dua anggotanya, Sri Nurohmi dan Marofah.

Dalam laporan tersebut, disebutkan oleh pelapor bahwa ketiga komisioner itu melakukan sosialisasi terkait pentingnya partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019, di Desa Karangsembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.
Anggota Bawaslu Brebes Divisi Penindakan, Yunus Awaludin Zaman memgatakan, tiga kasus yang dilaporkan warga tersebut sudah teregistrasi semuanya. Namun demikian, dari tiga kasus itu, hanya satu kasus yang baru saja selesai ditangani dan hasilnya tidak terbukti melakukan pelanggaran.

“Kasus yang sudah ditangani dan tidak terbukti melakukan pelanggaran adalah dugaan ketidaknetralan pejabat ASN Kabupaten Brebes, yakni Tahroni. Setelah kami, panggil saksi-saksi, kasus Tahroni tidak memenuhi adanya unsur pelanggaran kode etik ASN,” terang Yunus, saat dikonfirmasi di kantornya, Sabtu 16 Maret 2019.

Selanjutnya, kata Yunus, untuk kasus lainnya, seperti dugaan pelanggaran kampanye di tempat pendidikan yang dilakukan Abdullah Syafaat, masih dalam proses pengembangan.

“Termasuk kasus dugaan ketidak profesionalan ketiga komisioner KPU Brebes, yakni Ketua Muamar Riza Pahlevi beserta dua anggotanya Sri Nurohmi dan Marofah, ini juga masih dalam proses pengembangan,” pungkas Yunus.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita