Rabu, 13/03/2019, 05:40:40
Pemuda Sebagai Katalisator Pembangunan Nasional
Oleh: Anggraeni

Beri Aku 10 Pemuda, niscaya akan Ku guncangkan dunia” (pidato Bung Karno). Masih teringat dalam benak kita semua salah satu kalimat dari pidato Presiden Pertama Indonesia (Bung Karno) yang sangat menggetarkan sanubari. Kalimat itu sangat memotivasi para pemuda bangsa akan perannya yang sangat dibutuhkan bangsa dan dunia.

Merefleksikan pidato tersebut, Bung Karno sangat optimis dengan kehadiran pemuda yang memiliki potensi-potensi unggul serta visioner terhadap penyelesaian problematika yang bisa membawa bangsa ini menjadi terpandang dan disegani di mata dunia. Bung Karno tidak perlu menunggu bonus demografi, yang dibutuhkan adalah pemuda yang memiliki potensi unggul, berkualitas dan visioner dalam menatap dunia serta mampu bersaing di era global ini.

Pemuda dengan idealismenya mampu merumuskan formula-formula baru untuk berperan dan bersinergi mengharumkan nama bangsa. Model formula yang ditampilkan pemuda sangat beragam dalam “memunculkan” jati dirinya untuk berpartisipasi dalam membangun negri.

Bila kita menganalisis sejarah di banyak negara di dunia, maka kita akan menemukan fakta yang tak terbantahkan bahwa pemuda adalah komponen utama yang melahirkan momen-momen penting dalam sejarah peradaban manusia dari masa yang lampau hingga masa kini. Revolusi kemerdekaan Amerika Serikat digerakan oleh pemuda.

Pondasi negara adidaya itu dibangun oleh pemuda seperti Benjamin Franklin, George Washington, John Adams, Thomas Jefferson, John Jay, James Madison, dan Alexander Hamilton, untuk menyebut beberapa di antaranya. Gerakan perlawanan dan upaya mereka membangun sebuah bangsa dan negara baru di paruh kedua abad-18 itu telah mempengaruhi kehadiran gerakan serupa di Eropa.

Kita semua bisa belajar dari peranan kaum muda yang telah membangun pondasi negara kita. Kaum muda dari kelompok pers dan intelektual yang pertama kali menggelorakan sentimen kebangsaan di antara bangsa-bangsa tertindas di kawasan yang dulu dikenal dengan nama Hindia Belanda ini.

Pada Agustus 1930 kita menyaksikan bagaimana Bung Karno di hadapan pengadilan kolonial Belanda dengan gagah berani menyampaikan pandangan mengenai tata dunia yang harus dibebaskan dari praktik penjajahan yang dilakukan oleh bangsa mana saja, baik bangsa bekulit putih, kuning, ataupun cokelat.

Di usia yang masih sangat muda yaitu 29 tahun, beliau menampilkan kepiawaian dan kecerdasan sebagai seorang negarawan. Beliau tampil sebagai pemimpin bangsa yang memiliki kecakapan dalam membaca tanda-tanda zaman. Beliau menyampaikan prediksi tentang pertarungan di antara negara-negara kolonial di Asia Pasifik, prediksi ini terbukti benar di tahun 1945. Sedemikian besar potensi kaum muda, di pundak merekalah nasib bangsa ini disandarkan.

Betapa hebatnya kekuatan yang dimiliki oleh pemuda. Melalui tekad kuat, ide dan gagasannya yang kreatif, pemuda menjadi tonggak utama dalam membangun negeri. Lalu apa kabar dengan kondisi pemuda sekarang? Sepertinya pemuda sekarang sudah terlena dengan dunia gadget atau gawainya, mereka terlalu nyaman dengan semua fasilitas yang sudah ada dan enggan untuk keluar dari zona nyamannya.

Ada beberapa faktor yang membuat ruang gerak berpikir pemuda sekarang mengalami sebuah kejumudan (kemunduran), yang pertama adalah Hedonisme yang secara perlahan menggerogoti pikirannya membuat pemuda sekarang menjadi tumpul dalam menganalisa problematika yang sedang berkembang dalam lingkup kebangsaan dan kemasyarakatan.

Kedua, sifat konsumerisme yang terlalu berlebihan mengakibatkan daya kreatifitas menjadi menurun, tidak adanya rasa ingin menciptakan suatu hal yang baru untuk kemaslahatan bersama, minimal bisa membranding label pemuda yang kreatif dan inovatif dalam berkarya.

Ketiga, pragmatisme yang mulai menjangkiti pribadi para pemuda sekarang, mereka lebih memilih hal yang bersifat parktis dan instan tanpa melalui totalitas perjuangan, padahal kita semua tahu bahwa para pendiri bangsa ini menghadapi masa sulit dan getir guna membangun negara yang berdaulat seperti sekarang ini.

Sudah menjadi kewajiban Kita semua sebagai kaum muda untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional. Ada banyak model maupun cara untuk bersinergi mengharumkan negeri ini. Partisipasi kaum muda sekali lagi sangat dibutuhkan. Kenali diri kita dan temukan bakat serta potensi kita sebagai pemuda untuk mengaktualisasikan apa yang telah Bung Karno sampaikan.

Semoga Kita semua sebagai pemuda sadar akan dirinya dan sadar akan peran serta fungsinya. Karena Pemuda adalah harapan bangsa, pemuda adalah harapan negara.

*Penulis adalah Ketua Dewan Mahasiwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Peradaban Bumiayu (UPB)


Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita