Selasa, 12/03/2019, 16:27:18
PN Brebes Sidang Perdana Hoax Surat Pemilu Tercoblos
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Sidang poerdana kasus penyebaran berita hoax 7 kontainer surat suara pemilu tercoblos di PN Brebes (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Pengadilan Negeri Brebes, Jawa Tengah, menggelar sidang perdana kasus penyebaran berita hoax 7 kontainer surat suara pemilu tercoblos dengan seorang terdakwa Jarwoto (47), Selasa 11 Maret 2019.

Sebagaimana diketahui, Pria 47 tahun itu diamankan jajaran Polres Brebes di Desa Langkap RT 2 RW 3 Kecamatan Bumiayu, Brebes, pada Jumat 4 Januari 2019.

Dalam kasus ini, bukan hanya Jarwoto yang ditetapkan sebagai tersangka. HY, warga Bogor, Jawa Barat, dan LS, warga Balikpapan, Kalimantan Timur, juga sebagai tersangka forwarder.

Selanjutnya, polisi menangkap Bagus Bawana Putra, yang merupakan mantan Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo. Bagus ditetapkan sebagai kreator dan buzzer hoax tersebut.

Tak ada pengamanan khusus selama proses sidang yang di pimpin oleh Ketua Majelis Hakim Tri Mulyanto dengan didampingi dua hakim anggota diantaranya, Galuh Rahma Esti dan Nani Pratiwi ini.

Dalam sidang kasus tersebut, terdakwa berperan sebagai forwarder atau orang yang meneruskan dan menyebarkan hoax di media sosial.

Jarwoto dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan ini, dijerat Pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dalam pembacaan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum Kejari Brebes, Ardiansyah mendakwa Jarwoto dengan bentuk subsideritas. Dakwaan pertama, didakwa pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang menyatakan tentang berlakunya hukuman pidana.

"Jadi dakwaan perbuatanya menyebarkan berita bohong yang dibuat atau kreator oleh pelaku (Bagus Bawana Putra) yang saat ini sudah memasuki tahap kedua," ujar Ardiansyah.

Terdakwa, kata JPU, telah melakukan penyeberan berita bohong (hoax) yang dapat menimbulkan kegaduhan ataupun keonaran rakyat.

"Untuk membuktikanya, kita akan hadirkan saksi-saksi beserta ahli. Dan juga sebelumnya KPU RI dan Bawaslu RI juga sudah dikonfirmasi. Hasilnya kontainer itu tidak ada di pelabuhan Tanjung Priok," terangnya.

Usai dibacakan dakwaan, Ketua Majelis Hakim, Tri Mulyanto menanyakan tanggapan dari pihak terdakwa.

"Harapan kami tadi pengacaranya mengajukan eksepsi, tapi malah tidak mengajukan. Jadi kita lanjut ke pemeriksaan saksi-saksi," tutur Tri Mulyanto.

Menurutnya, saksi-saksi akan dihadirkan oleh jaksa penuntut umum. "Nanti akan didatangkan saksi ahli juga," pungkas Tri Mulyanto.

Sidang akan dilanjutkan Selasa 19 Maret 2019 mendatang, di ruang sidang Pengadilan Negeri Brebes dengan agenda menghadirkan saksi-saksi.

Sementara itu, Pengacara terdakwa Jarwoto dari LBH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Nanda Andriansyah Hasri Tandjung mengatakan, pihaknya akan mengajukan saksi meringankan untuk terdakwa.

"Kita akan lakukan pembelaan secara maksimal kepada pak Jarwoto. Karena dirinya tidak memiliki niat sengaja melakukan tindak pidana yang didakwakan oleh jaksa," ucap Nanda Andriansyah Hasri Tandjung.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita