Senin, 11/03/2019, 23:00:53
Mantan Anggota KPU Brebes Dipolisikan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Subkhan dimintai keterangan di Unit I Polres Brebes. (Foto:Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Brebes, Jawa Tengah, Moh Subkhan, dilaporkan ke Polres setempat, Senin 11 Maret 2019. Pasalnya, warga Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes itu diduga melakukan tindakan penganiayaan terhadap warga Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Sukro (60).

Informasi yang berhasil di himpun PanturaNews.Com menyebutkan, kasus dugaan penganiayaan itu terjadi di sebuah jalan masuk Dukuh Tegalglagah Kidul, Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Kejadiannya bermula, saat Sukro dan seorang warga lainnya, Abdullah sedang berada di jalan untuk memperbaiki baliho gambar salah satu calon legislatif yang miring. Tak lama kemudian, sebuah mobil pribadi berhenti mendadak dan pemiliknya Moh Subkhan langsung menghampiri Sukro.

Sementara, adanya laporan tersebut, Subkhan datang untuk memenuhi panggilan guna menjalani pemeriksaan di Mapolres Brebes sekitar pukul 09.30, di ruang Unit I. Hingga pukul 11.30 WIB.

Sejumlah awak media yang hendak meliput pemeriksaan Subkhan tidak bisa mengikuti proses pemeriksaan, karena berlangsung secara tertutup.

Dalam proses pemeriksaan sempat memancing perhatian warga yang berada di sekitar ruang Unit I. Hal itu lantaran dari dalam ruangan terdengar suara keras seperti orang berteriak-teriak tengah memberikan keterangan terjadap penyidik. Suara itu terdengar mirip dengan suara Moh Subkhan.

Di temui sebelum menjalani proses pemeriksaan, Moh Subkhan mengaku, dirinya datan ke Polres Brebes untuk memenuhi undangam panggilan polisi. Yakni, untuk dimintai keterangan sebagai terlapor atas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan dirinya.

”Saya sebagai warga negara yang taat hukum, datang ke Polres untuk memenuhi panggilan,” ujarnya sambil memperlihatkan lembar surat panggilan.

Menurut dia, adanya laporan menyangkut dirinya tetap herus diproses dan pihaknya siap membuktikan jika laporan itu tidak benar.

“Demi Allah saya tidak melakukan seperti yang dilaporkan ini. Alhamdulillah, tangan saya masih terlindung untuk tidak berbuat seperti itu. Namun justru sebaliknya, saya malah dicekik dan dicakar oleh pelapor. Ini buktinya,” aku Subkhan.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita