Rabu, 06/03/2019, 10:53:27
Penerima KIS-PBI di Dapil Jateng 9 Capai 2 Juta Lebih
LAPORAN SL. GAHARU

Dewi Aryani foto bersama warga penerima Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (Foto: Dok/Erin)

PanturaNews (Tegal) - Salah satu aspek penting dalam pembangunan manusia, adalah peningkatan kesejahteraan untuk meningkatkan mutu dan kualitas hidup. Upaya ini menjadi penting untuk dilakukan dengan memenuhi kebutuhan dasar manusia Indonesia, serta memberikan perhatian lebih kepada manusia berkebutuhan khusus.

Hal itu dikatakan anggota Komisi IX DPR RI, DR. Hj. Dewi Aryani, M.Si saat ditemui di Rumah Aspirasi Dewi Aryani Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Rabu 06 Maret 2019.

Menurutnya, kepastian pemerataan akses dan kualitas layanan pendidikan, kesehatan dan insentif kepada keluarga mampu menjadi kunci utama program peningkatan kesejahteraan Pemerintah.

“Selain program peningkatan kesejahteraan, Pemerintah Jokowi juga menjalankan jaminan sosial bagi seluruh warga dan pekerja, dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan,” ujar politisi PDI Perjuangan yang berangkat ke Senayan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah (Jateng) 9 (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes).

Dijelaskan Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr ini, program yang dijalankan Pemerintahan Jokowi adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan program keluarga harapan (PKH), serta program bantuan pangan non-tunai (BPNT).

“Selama empat tahun ini, pemenuhan kebutuhan dasar yang dimaksudkan adalah pemenuhan kebutuhan dasar sektor kesehatan, pendidikan dan insentif bagi keluarga yang tidak mampu,” jelas DeAr.

Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, DR. Hj. Dewi Aryani, M.Si memperjuangkan warga miskin di Dapilnya untuk memiliki Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Bantuan KIS-PBI untuk warga miskin dari anggaran APBN ini, dapat membantu masyarakat tidak mampu, untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya,” ujar Dewi Aryani.

Lebih lanjut dijelaskan, sejak Oktober 2018 sedikitnya 736.762 warga miskin di Kabupaten Tegal, telah menerima Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI) dengan rincian untuk Kecamatan Adiwerna sebanyak 46.026, Balapulang 64.374, Bojong 55.041, Bumijawa 61.377, Dukuhturi 34.280, Dukuhwaru 32.689, Jatinegara 35.143, Kedungbanteng 27.411, Lebaksiu 45.273, Margasari 57.488, Pagerbarang 19.378, Pangkah 47.124, Slawi 23.355, Tarub 43.579, Warureja 36.111 dan untuk Kecamatan Kramat sebanyak 29.812.

Sedangkan untuk Kabupaten Brebes penerima KIS-PBI yang iurannya dibayar oleh pemerintah pusat mencapai 1.231.044  jiwa warga miskin dengan rincian; Kecamatan Brebes 103.219 jiwa. Banjarharjo 79.446 jiwa, Bantarkawung 79.960 jiwa, Bulakamba 128.172 jiwa.

Kecamatan bumiayu jumlahnya 53.493 jiwa, Jatibarang 45.186 jiwa, Kersana 33.668 jiwa, Ketanggungan 101.493 jiwa, Karangan 85.022 jiwa, Losari 86.549 jiwa, Paguyangan 73.728 jiwa, Salem 41.871 jiwa, Sirampog 35.011 jiwa, Songgom 48.436 jiwa, Tanjung 70.809 jiwa, Tonjong 45.149 jiwa, Wanasari 120.832 jiwa.

Sementara untuk Kota Tegal, penerima Kartu KIS-PBI sebanyak 78.062 jiwa meliputi Kecamatan Tegal Timur sebanyak 23.824 jiwa, Kecamatan Tegal Selatan sebanyak 18.606 jiwa, Kecamatan Tegal Barat sebanyak 20.406 jiwa dan Kecamatan Margadana sebanyak 15.237 jiwa.

“Saya harus berjuang keras untuk mempertahankan penerima KIS-PBI, selama mereka masih dibawah garis kemiskinan. Sudah lebih dari 2 juta lebih, warga miskin menerima KIS-PBI,” tegasnya.

Kepada pemegang kartu KIS, Dewi Aryani menyarankan untuk hidup sehat. Artinya, siapapun yang mendapatkan kartu KIS, harus berpikiran bahwa sehat itu yang utama dari pada sakit.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita