Minggu, 03/03/2019, 07:47:39
Dewi Aryani Gencar Sosialisasi Pilih Obat Aman
LAPORAN SL. GAHARU

Dewi Aryani sosialisasi mengkonsumsi jamu dan minuman yang aman di Kecamatan Larangan (Foto: Dok/Erin)

PanturaNews (Brebes) - Setelah di Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan di Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pengawasan di Bidang Obat dan Makanan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, Jawa Tengah, menggelar sosialisasi di Gedung Pertemuan KPN Rukun, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Sabtu 02 Maret 2019 sore.

Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, DR. Hj. Dewi Aryani, MSi sebagai narasumber, mengingatkan dan mengajak masyarakat agar berhati-hati serta pintar mengkonsumsi jamu dan minuman yang dijual bebas. Apalagi jamu dan obat yang tanpa adanya takaran komposisi yang standar dan tepat.

Sosialisasi BPOM dengan tema "Pangan Aman Aset Masa Depan" dihadiri Jajaran Muspika, Tokoh Masyarakat Kabupaten Brebes dan masyarakat se-Kecamatan Larangan dimeriahkan oleh penampilan dari seni tradisional rebana dari MTQ Hidayatul Muta'Alimin Kupu, Wanasari dan tari-tarian dari Sanggar seni lukis dan tari Sailendra Larangan, Kabupaten Brebes.

Sebagai narasumber: Anggota Komisi IX DPR RI, DR. Hj. Dewi Aryani, M.Si. Kasubdit Registrasi Pangan Olahan Risiko Tinggi, Badan POM Pusat, Dra. Siti Elyani, Apt, MKM. Kepala Bidang Penindakan, Balai Besar POM di Semarang, Dra. Zeta Rina Pujiastuti, Apt, M.Kes.

“Kami tak henti-hentinya mengingatkan, agar masyarakat hati-hati dan pintar memilih jamu dan obat yang dijual bebas. Nasyarakat harus teliti dan jangan beli jamu atau obat tanpa adanya takaran komposisi yang tepat,” himbau anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan IX yang meliputi Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Penindakan, Balai Besar POM di Semarang, Dra. Zeta Rina Pujiastuti, Apt, M.Kes memberikan materi tentang pengawasan keamanan pangan dan registrasi pangan olahan. Zeta juga menyampaikan aplikasi yang sesuai perkembangan teknologi media sosial, dapat men-scan barcode produk untuk melihat registrasinya.

“Masyarakat dapat melihat registrasi produk dengan men-scan barcode melalui hape,” ujarnya.

Masyarakat yang hadir nampak antusias mendengarkan sosialisasi yang dilakukan Dewi Aryani, dan menyampaikan banyak pertanyaan seputar obat dan makanan illegal. Warga mengharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan kembali, agar masyarakat luas mengetahui mana obat dan makanan yang berbahaya dan aman dikonsumsi.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita