Sabtu, 02/03/2019, 16:27:35
Lagi, Dewi Aryani Ajak Warga Hati-Hari Pilih Jamu
LAPORAN SL. GAHARU

Dewi Aryani sosialisasi jamu dan obat bersama BPOM di UMUS Kabupaten Brebes (Foto: Dok/Erin)

PanturaNews (Brebes) - Lagi, Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, DR. Hj. Dewi Aryani, MSi mengingatkan dan mengajak masyarakat agar berhati-hati serta pintar mengkonsumsi jamu dan minuman yang dijual bebas. Apalagi jamu dan obat yang tanpa adanya takaran komposisi yang standar dan tepat.

“Masyarakat harus hati-hati dan pintar memilih jamu dan obat yang dijual bebas,” himbau Hj. Dewi Aryani saat menjadi nara sumber pada Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pengawasan di Bidang Obat dan Makanan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, Jawa Tengah, di Aula Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Wanasari, Kabupaten Brebes, Jumat 01 Maret 2019.

Sosialisasi BPOM dengan tema "Pangan Aman Aset Masa Depan", dihadiri Jajaran Muspika, Tokoh Masyarakat Kabupaten Brebes dan masyarakat se-Kecamatan Wanasari. Sebagai narasumber: Anggota Komisi IX DPR RI, DR. Hj. Dewi Aryani, M.Si. Kasubdit Registrasi Pangan Olahan Risiko Tinggi, Badan POM Pusat, Dra. Siti Elyani, Apt, MKM. Kepala Bidang Penindakan, Balai Besar POM di Semarang, Dra. Zeta Rina Pujiastuti, Apt, M.Kes.

Sebelumnya, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pengawasan di Bidang Obat dan Makanan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, Jawa Tengah, digelar di Gedung Al Ittihad, Jatibarang, Kabupaten Brebes, Sabtu 23 Februari 2019.

Dikatakan Hj. Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr, masyarakat harus pintar memilih jamu dan obat di pasaran. Jika tidak ada takaran komposisinya, sebaiknya jangan dibeli dan diminum.

“Jika kemasan jamu atau obat meragukan, sebaiknya jangan dibeli, karena dampaknya akan mengganggu kesehatan,” tutur anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan IX yang meliputi Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal ini.

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Penindakan, Balai Besar POM di Semarang, Dra. Zeta Rina Pujiastuti, Apt, M.Kes memberikan materi tentang pengawasan keamanan pangan dan registrasi pangan olahan. Zeta juga menyampaikan aplikasi yang sesuai perkembangan teknologi media sosial, dapat men-scan barcode produk untuk melihat registrasinya.

“Masyarakat dapat melihat registrasi produk dengan men-scan barcode melalui hape,” ujarnya.

Masyarakat yang hadir nampak antusias mendengarkan sosialisasi yang dilakukan Dewi Aryani, dan menyampaikan banyak pertanyaan seputar obat dan makanan illegal. Warga mengharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan kembali, agar masyarakat luas mengetahui mana obat dan makanan yang berbahaya dan aman dikonsumsi.

Sosialisasi juga dimeriahkan penampilan dari seni tradisional rebana dari MTQ Hidayatul Muta'Alimin, Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita