Kamis, 28/02/2019, 18:53:20
Peras ASN, Oknum Kepala Desa Kena OTT
LAPORAN NINO MOEBI

Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus Prianto (paling kiri) saat gelar perkara kasus pemerasan (Foto: SL Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Seorang oknum Kepala Desa (Kades) dan seorang warga Cirebon dibekuk Resmob Satreskrim Polres Tegal dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan terhadap ASN serta rekanan yang mengerjakan sebuah proyek infrastruktur di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah Rabu 27 Februari 2019 siang.

Dua orang yang dibekuk yakni Mohammad Zaenudin, Kepala Desa Kedungjati, Warureja, Kabuaten Tegal dan Rizal Iskandar warga Desa Grogol, Kabupaten Cirebon. Dari keduanya, petugas berhasil mengamankan uang tunai Rp 100 juta.

Saat gelar perkara, Kamis 28 Februari 2019 Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus Prianto mengungkapkan, kronologi penangkapan bermula saat pihaknya menerima laporan dari korban terkait dugaan pemerasan. Laporan kemudian ditindaklanjuti dengan menangkap tersangka Zaenudin di sebuah warung di depan SMAN 3 Slawi sekira pukul 12.30 WIB.

“Oknum kades kami tangkap saat menerima uang Rp 100 juta. Setelah itu, kami kembangkan dan tersangka Rizal kami amankan di sebuah warung sate di depan Exit Tol Kalimati Adiwerna,” kata Kapolres.

Kapolres menjelaskan, lebih ‎para tersangka melakukan pemerasan dengan modus menakut-nakuti pelapor yakni ASN dan rekanan proyek atau korban bahwa proyek yang dikerjakan pelapor sedang diawasi oleh aparat penegak hukum yang berkantor di Jakarta.

Moodusnya, korban ditakut-takuti bahwa ada aparat penegak hukum yang sedang mengawasi proyek di Tegal. Para tersangka mengaku bisa membantu mengatasi, dengan syarat member imbalan sebesar Rp 500 juta. Namun, saat ditangkap korban baru bisa member Rp 100 juta.

Salah satu tersangka mengaku sebagai polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan punya kerabat yang bekerja di salah satu lembaga penegak hukum di Jakarta.

“Kepada korban, Rizal mengaku bernama Herman dan lulusan Akpol berpangkat AKBP. Sedangkan tersangka Zaenudin merupakan kepala desa yang masih aktif,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Bambang Purnomo menambahkan, kedua tersangka dipersangkakan dua pasal, yakni Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 368 tentang pemerasan.

Pasal 378 dikenakan karena tersangka Rizal mengaku memiliki anggota keluarga yang menjadi petinggi aparat penegak hukum di Jakarta dan alumni Akpol 2008 denan pangkat AKBP. Sementara Pasal 368 dikenakan karena ada unsur pemaksaan dan intimidasi ‎kepada ASN agar menyerahkan uang Rp 500 juta.

“‎Ada unsur-unsur rangkaian kata-kata bohong dan keadaan palsu. ‎Sehingga kita persangkakan pasal 378 dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun dan pasal 368 dengan ancaman hukuman penjara empat tahun,” kata Bambang.

Selain menangkap dua tersangka, penyidik Satreskrim juga memeriksa sejumlah pejabat dan ASN DPU Kabupaten Tegal, Kamis (28/2) siang. Yakni Kepala DPU, Hery Suhartono, Kabid Jalan DPU, Munadi dan staf DPU, Sulistiro. Ketiganya diperiksa sebagai saksi.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita