Selasa, 19/02/2019, 08:51:09
Dua Buku Tegalan Sampai di Malaysia dan Singapura
Laporan Tim PanturaNews

Maufur saat menyerahkan dua buku tegalan kepada Erwin Syah, Deputi Pendidikan dan Kebudayaan Malaysia (Foto: Dok/Maufur)

PanturaNews (Malaysia) - Dua buku serba tegalan, yakni kumpulan tulisan bertajuk "Martabatna Bahasa Tegalan" karya Dr. Maufur dan antologi puisi "Republik Tegalan" editor Lanang Setiawan, melanglang buana ke Malaysia dan Singapura.

Dua buku tersebut kini sudah nyampai di rak buku kedutaan Besar Indonesia di Malaysia juga di Singapura. Di Malaysia dua buku tersebut diserahkan langsung oleh Maufur kepada Erwin Syah, SH.LLM Deputi Pendidikan dan Kebudayaan.

Sedang di Singapura, Maufur menyerahkan dua buku kepada Raja Singh, penduduk asli India tempat dirinya menginap selama di Singapura.

"Pada Raja Singh, saya menyerahkan dua buku. Raja Singh ini adalah GM My Hotel di Singapura," ujar Maufur melaui sambungan telepon WhatsApp dari Malaysia, Senin 18 Februari 2019.

Perjalanan Maufur ke dua negara tersebut, mendampingi mahasiswa S2 Prodi Ilmu Hukum Universitas Pancasakti (UPS) Kota Tegal, dalam urusan kuliah kerja lapangan (KKL) di Istana Kehakiman Malaysia.

Menurut Maufur, selain dua buku serba Tegalan itu dibagikan kepada orang-orang penting di sana, beberapa mahasiswa dari berbagai negara ASEAN pun mendapatkan.

"Ternyata mereka pun sangat senang mendapatkan buku-buku dari kami. Sebab apa? Mereka adalah orang-orang yang berasal dari Tegal dan Brebes. Mereka betul-betul merindukan bahasa ibu mereka," katanya.

Yang sangat menyenangkan, kata Maufur lebih lanjut, mereka langsung membacakan puisi tegalan yang diambil dari antologi puisi Republik Tegalan di tengah keramaian kandang singa secara bergantian.

"Salah satu pembaca puisi tegalan dari India yaitu Raja Singh juga Mbak Selvy, mahasiswa S2 Ilmu Hukum UPS Tegal," katanya.

Bagi Maufur, tidak penting lagi saat orang-orang asing membacakan puisi tegalan, dengan cengkok perlafalan ala orang India, Malaysia, dan Singapura. Baginya bahwa yang mengesankan adalah puisi tegalan sudah melampaui batas negara kita.

"Ini yang membuat saya bersyukur," pungkas Maufur via telepon WhatsApp.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita