Selasa, 12/02/2019, 16:38:07
42 KPM PKH Paguyangan Mundur
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Warga sedang menandatangani surat pernyataan mundur dari PKM PKH (Foto: Dok. Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Sebanyak 42 Keluarga Penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Paguyangan, Labupaten Brebes, Jawa Tengah, mengundurkan diri sebagai warga sasaran program pengentasan kemiskinan tersebut.

Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Paguyangan, Akmari mengatakan, 42 KPM PKH memilih mundur karena merasa telah mampu dan tidak pantas lagi menerima manfaat dari PKH. Pengunduran diri KPM PKH tersebut dilakukan melalui surat pernyataan bermateri yang diketahui oleh Kepala Desa (Kades).

"Sampai saat ini sudah ada 42 KPM PKH yang mundur karena sudah mampu," kata Akmari kepada PanturaNews.Com, Selasa 12 Februari 2019.

Menurutnya, keluar atau mundur dari kepesertaan PKH secara sukarela atau disebut Graduasi Mandiri biasanya karena adanya kesadaran dirinya sudah tidak layak mendapatkan bantuan dari PKH. Kesadaran itu muncul karena ada peningkatan ekonomi dan merasa keluarganya telah masuk kategori sejahtera.

"Biasanya ini terjadi karena KPM mengalami peningkatan ekonomi, dan kesadaran dirinya sendiri karena keluarganya sudah sejahtera," terang Akmari.

Dikatakan, dengan memilih Graduasi Mandiri berarti tujuan program PKH telah berhasil. Yaitu menyejahterakan keluarga dan mengubah pola pikir para KPM tidak tergantung pada bantuan pemerintah.

"Adanya Graduasi Mandiri berarti program PKH itu telah berhasil mengangkat kesejahteraannya," kata Akmari.

Kata dia pula, adanya Graduasi Mandiri tidak terkait dengan adanya rencana pemasangan stiker bertuliskan warga miskin pada tempat tinggal KPM PKH. Stiker yang sempat ramai itu hingga saat ini belum dipasang di Kecamatan Paguyangan.

"Kami belum melakukan pemasangan stiker jadi memang kesadaran dari KPM PKH sendiri yang memutuskan mundur," kata Akmari.

Ditambahkan, setelah menyatakan mundur dengan surat pernyataan, selanjutnya KPM PKH bersanggutan sudah tidak akan menerima PKH lagi. Datanya akan terhapus dan tidak akan muncul lagi.

"Setelah mundur ya tidak lagi akan mendaptkan bantuan PKH," tandas Akmari.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita