Minggu, 10/02/2019, 13:01:44
Ditolak Mencoblos, TPS di Slerok Diamuk Massa
LAPORAN JOHARI

Keributan di salah satu TPS, karena salah satu warga ditolak mencoblos. Tapi itu hanya Simulasi. (FT: Johari)

PanturaNews (Tegal) – Tempat pemungutan suara (TPS) di lapangan Slerok komplek GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Jawa Tengah, diamuk massa, Sabtu 09 Februari 2019. Lantaran salah satu warga ditolak oleh Ketua KPPS untuk mencoblos.  Karena selain tidak terdaftar di DPT juga tidak membawa formulir C5 atau pemilih dari tempat lain.

Tak terima atas penolakan itu, warga tersebut memprovokasi warga yang lain untuk memprotes KPPS dan berakhir dengan keributan. Hal itu hanya terjadi saat Polres Tegal Kota dan Kodim 0712 Tegal menggelar Simulasi pengamanan Pemilu 2019.  

Dalam simulasi, ketika di TPS tidak kondusif, petugas keamanan menerjunkan pasukan pengendali massa. Termasuk anggota Brigade Mobile (Brimob) dengan bersenjata lengkap. Berkat kesigapan petugas, massa dapat dihalau dan pemilihan dilanjutkan.

Danrem 071/ WK Kolonel Kav Dani Wardhana, dalam sambutan yang dibacakan Dandim 0712/ Tegal  Letkol Richard Sangari, mengatakan, Netralitas TNI Polri dalam Penghadapi Pemilu 2019 merupakan kunci yang akan menentukan keberhasilan Pemilu khususnya di Bidang Pengamanan. Karena itu TNI/ Polri harus mampu menunjukkan komitmen yang mewujudkan Sinergitasnya agar dalam pelaksanaan tugas pengamanan dapat dicapai kesuksesannya, sehingga keamanan dan keutuhan NKRI dapat terjaga.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan baik teknis dan taktis pengamanan Legislatif dan Presiden sekaligus meningkatkan dan memantapkan koordinasi TNI/Polri dan Pemerintah Daerah serta instansi lainnya, dalam rangka Pengamanan Pemilu untuk menghadapi hambatan dan ancaman Pemilu Legislatif dan Presiden di Wilayah Kota Tegal,” katanya




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita