Sabtu, 09/02/2019, 17:54:04
Menko Maritim: Nelayan Cantrang Silahkan Melaut
LAPORAN NINO MOEBI

Menko Maritim saat meninjau kapal cantrang di pelabuhan perikanan Tegalsari Kota Tegal (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Nelayan yang menggunakan kapal Cantrang dipersilahkan melaut, sambil menunggu formulasi aturan yang akan dipergunakan, sehingga operasional kapal Cantrang tidak sampai merusak ekosistem laut.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Maritim RI, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan kepada para nelayan saat meninjau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Jongor Tegalsari, Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu 09 Februari 2019.

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dating ke Tegal menggunakan Helipad didampingi, Eko Wiratmoko, Seto, Atmadji, Ruhut Sitompul, Ubaidillah dan Marbintang Panjaitan (ADC Menko Maritim) disambut oleh Kapolres Tegal Kota, AKBP Siti Rondhijah, Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Dapil IX Jateng, Agung Widiyantoro dan Ketua Jaringan Nelayan Matahari Kota Tegal, H. Eko Susanto.

Menko Maritim dihadapan para nelayan, menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan di laut, supaya tidak melakukan penangkapan dan berikutnya untuk perijinan sedang dalam proses.

Selanjutnya Menko Maritim bersama rombongan menuju pengolahan ikan fillet milik Tarhim, dan menyempatkan dialog dengan para pekerja fillet ikan.

"Bekerja dengan baik, pemerintah selalu memikirkan nasib nelayan dan pekerja perikanan," pesan Ruhut.

Menko Maritim berkesempatan dialog di KUD Karya Mina dengan beberapa perwakilan nelayan, membahas sejumlah persoalan yang dihadapi oleh para nelayan.

Selain itu juga berdialog bersama Ketua DPC HNSI Kota Tegal Riswanto,

Ketua JNM Kota Tegal H. Eko Susanto, Ketua KUD Karyamina Tegal Hadi Santoso, Sekretaris PNKT Said Aqiel, Tokoh Nelayan Kota Tegal H. Tambari, H. Wasto dan H. Sumaryo.

"Nelayan berharap agar nelayan tidak galau lagi dengan kehadiran Menko Maritim karena nelayan berharap Menko Maritim dapat melindungi harkat hidup nelayan," kata H Tambari Gustam.

Luhut menyampaikan salam kepada nelayan di Kota Tegal. Presiden akan mengatur baik-baik tentang keberlangsungan nelayan khususnya Cantrang, dengan permintaan supaya nelayan mau diatur.

Ditambahkan, masalah tanah status SK yang diminta oleh nelayan supaya bisa SHM, sudah dibicarakan dengan Menteri Agraria Sofyan Djalil, dan banyak hal serupa di daerah lain dan itu butuh kepastian hukum. Akan dicari solusinya dengan catatan kita disiplin dan akan dipelajari semua tentang.

"Permasalahan yang dihadapi nelayan Cantrang silahkan melaut, sudah dikoordinasikan dengan semua aparat di laut. Laporkan kalau ada kejadian misal penangkapan oleh aparat di laut," tegasnya.

Ditambahkan Luhut, soal ijin untuk kapal sudah diproses, dan nelayan diminta harus patuh dengan aturan pemerintah supaya ikan tidak punah.

"18 Februari 2019 akan dilakukan rapat, dan akan melibatkan nelayan supaya ada masukan dari bawah atau bottom up. Nelayan harus tetap melaut tetapi harus disiplin, dan ikuti aturan serta menjaga ekosistem," pungkas Ruhut.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita