Kamis, 07/02/2019, 14:42:54
Pemkab Tidak Menanggung Biaya Pengobatan DBD
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

(Foto: Ilutrasi)

PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, tidak menanggung biaya pengobatan warga penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Biaya pengobatan bagi pasien penderita DBD sesuai dengan perlindungan asuransi yang diikuti oleh penderita itu sendiri.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Sri Gunadi Purwoko mengatakan, biaya pengobatan penderita DBD di Brebes baik warga mampu maupun tak mampu disesuaikan dengan jaminan perlindungan kesehatan atau asuransi yang diikuti penderita tersebut.

"Jika penderita itu ikut serta dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosia (BPJS) baik mandiri atau lainnya otomatis ditanggung," katanya di sela-sela acara rogram kesehatan. Hal itu disampaikan saat memberikan Sosialisasi Program Kesehatan pada Kader Posyandu dan Dukun Bayi di Kecamatan Bumiayu, Kamis 07 Februari 2019.

Menurut Gunadi, hingga saat ini tercatat warga Brebes yang terjangkit DBD mencapai 62 orang dan tujuh diataranya meninggal dunia. Penderita DBD hingga awal Februari ini cukup tinggi, hal itu di antaranya karena saat ini sedang musim penghujan sehingga banyak menimbulkan genangan air yang biasanya menjadi sumber berkembangnya nyamuk penyebab DBD.

"Karenanya pencegahan paling efektif adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN," kata Gunadi.

Dikatakan, pihaknya dalam melakukan penanganan wabah DBD melebihi Kejadian Luar Biasa (KLB). Jika ada anak atau warga yang mengalami demam tinggi segera dilakukan penangan seakan seperti penanganan penderita DBD meski itu belum tentu DBD.

"Hal itu sebagai upaya antisipasi agar penanganan lebih cepat dan efektif," ucap Gunadi.

Gunadi menambahkan, untuk pencegahan wabah DBD paling efektif dengan PSN, karenanya kepada seluruh masyarakat untuk melakukan PSN secara rutin. Bahkan Bupati Brebes juga telah mengeluarkan surat edaran dalam rangka pencegahan DBD tersebut.

"Inti dai surat edaran Bupati itu, agar warga ikut serta dalam pencegahan wabah DBD diantaranya dengan gerakan PSN," ungkap Gunadi.

Perlu diketahui saat ini telah terjadi mutasi gen nyamuk penyebab DBD. Aedes Aegypti atau nyamuk penyeban DBD ini telah mengalami mutasi gen, sehingga yang semula ditemukan dan berkembang di daerah dataran rendah, kini dapat bertahan di dataran yang lebih tinggi. Karenanya masyarakat Brebes di wilayah selatan yang geografisnya lebih tinggi juga tetap harus waspada.

"Tetap harus waspada untuk warga di selatan ini, karena saat ini ada mutasi gen nyamuk penyebab DBD tetap bisa hidup di air payau dan juga di dataran lebih tinggi," tutur Gunadi.

Kegiatan Sosialisasi Program Kesehatan pada Kader Posyandu dan Dukun Bayi di Kecamatan Bumiayu yang digelar di Hotel Anggraeni tersebut dihadiri Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE MH. Selain diberi pembinaan peserta yang terdiri dari para Kader Posyandu juga mendapatkan bantuan uang transpot.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita