Senin, 04/02/2019, 23:44:24
Rp 2 Milyar Lebih Hasil Korupsi Disita Kejaksaan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Kejaksaan Negeri Brebes mengekpos uang hasil sitaan kasus korupsi (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, Jawa Tengah, melakukan eksekusi terhadap uang pengembalian kerugian negara sebesar Rp 2,37 milyar. Uang hasil korupsi itu disita dari 4 kasus korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap.

Penyitaan uang pengembalian baik kerugian negara yang disita oleh jaksa penyidik, maupun uang pengembalian kerugian keuangan negara yang dititipkan kepada Jaksa Penuntut Umum selama berlangsungnya proses penuntutan.

Kepala Kejari Brebes, Transiswara Adhi memaparkan, pelaksanaan eksekusi uang pengembalian kerugian keuangan negara tersebut didasarkan atas putusan pengadilan tingkat pertama yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

"Uang hasil sitaan ini diperoleh dari sitaan dan pengembalian kerugian negara dari kasus korupsi yang ditangani selama 2018 lalu," ujar Transiswara Adhi dalam konferensi persnya di aula Kejari Brebes, Senin 4 Februari 2019.

Menurutnya, ada empat perkara yang ditangani pada tahun lalu. Keempat perkara yang ditangai itu sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).

"Dari 4 kasus itu, kami berhasil menyita uang sebanyak Rp 2.378.782.300. Uang tersebut kami eksekusi dengan cara menyetorkan ke kas negara," tuturnya.

Kajari mengungkapkan, keempat perkara korupsi itu adalah korupsi pengadaan bahan atau sarana produksi kegiatan pengembangan kawasan bawang merah pada Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura tahun anggaran 2016 dengan terdakwa Dwi Nurhadi Setiawan.

Kasus tersebut merugikan negara Rp 93,472 juta. Dalam kasus itu Kejari Brebes menyita uang sebesar Rp 143,477 juta, termasuk juga denda Rp 50 juta.

Selain Nurhadi, Kejari Brebes juga menetapkan Kartoib sebagai terdakwa dan menyita uang Rp 182,005 juta. Uang itu terdiri dari kerugian negara Rp 132 juta dan denda Rp 50 juta.

"Dalam kasus pengadaan itu, kami split menjadi dua kasus karena satunya dari hasil pengembangan," paparnya.

Berikutnya adalah kasus korupsi penyalahgunaan penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) SMK Kerabat Kita Bumiayu tahun ajaran 2015, 2016 dan 2017.

Dalam kasus ini Kejaksaan Negeri Brebes juga melakukan penanganan secara terpisah (split), terhadap dua terdakwa masing masing Suhirman dan Sugiarto. Kerugian negara yang ditimbulkan sebanyak Rp 2,053 miliar.

Kedua terdakwa juga diwajibkan membayar denda masing-masing Rp 100 juta. Hanya saja keduanya minta kelonggaran waktu untuk membayarnya.

"Kami sudah menyita uang kerugian negara saat proses penyidikan berlangsung. Jumlah yang kami sita dari empat terpidana sebanyak Rp 2,37 miliar," jelasnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita