Minggu, 27/01/2019, 21:54:51
Jelang Imlek, Pengrajin Dodol Keranjang Kebanjiran Order
LAPORAN JOHARI

Mindayani Wirjono (78) Maestro Pengrajin Dodol Keranjang Kota Tegal. (FT: Johari)

PanturaNews (Tegal) – Hari Raya Imlek sebentar lagi, tepatnya tanggal 05 Februari 2019. Kurang afdol jika Hari Raya Imlek tanpa Dodol Keranjang (Dodol Ranjang), sama halnya lebaran tanpa ketupat opor ayam. Hari Raya Imlek berkah bagi pengrajin Dodol Keranjang, karena satu bulan sebelumnya sudah banyak pesanan (order) dari berbagai kota.

Seperti yang dialami Mindayani Wirjono (78) pengrajin Dodol Keranjang ‘Sido Makmur’, di Jalan Belimbing Nomor 84, Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegalsari,Kota Tegal, Jawa Tengah, yang merupakan maestro Dodol Keranjang Kota Tegal,

Menurutnya, setiap tahun pesanan dodol keranjing ‘Sido Makmur’ ada peningkatan meski hanya beberapa persen, terutama dari luar kota. “Tahun ini ada peningkatan sekitar 5 persen,pesanan paling banyak dari luar kota, seperti  Semarang, Bandung dan Jakarta,” kata Mindayani.

Lebih lanjut katanya, untuk harga bahan baku terutama beras ketan dan gula tidak ada kenaikan (masih stabil). “Harga bahan baku terutama beras ketan dan gula tidak ada kenaikan, sehingga harga jual juga masih sama,” ujar Mindayani yang sudah menekuni Dodol Keranjang selama 35 tahaun lebih.

Diungkapkan, Dodol Keranjang ‘Sido Makmur’ miliknya, banyak diminati dari dalam maupun luar kota, karena mempertahankan rasa dan harga yang ekonomis. “Tanpa bahan pengawet atau campuran lainnya, hanya beras ketan, gula pasir dengan berbagai varian ada rasa coklat, vanilla (prambos), pandan dan original (ketan dan gula saja),” ungkapnya.

Dodol Keranjang merupakan makanan musiman yang keluar sekali dalam setahaun saat Imlek,tetntunya pekejanya juga musiman.  Saat  PanturaNews menyambangi dapur pembuatan Dodol Keranajang milik Mindayani, ada sekitar 20 karyawan yang  sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing, ada yang membuat adonan, memasak adonan, mengaduk-aduk adonan, menuangkan adonan ke kaleng cetakan dan menata ke para-para untuk didinginkan. “Tenaga ahlinya cuma 9 orang  yang setiap tahun selalu ikut kerja. Sementara  karyawan lainnya anak-anak tatangga sebelah rumah yang  kebetulan sedang menganggur saya ajak kerja, itupun cuma 3 minggu saya memproduksinya”  ujarnya.

Karena keterbatasan tenaga ahli, setiap hari rumah produksi Dodol Ranjang ‘Sido Makmur’  hanya mampu membuat dodol keranjang sebanyak 1 kwintal beras ketan. Selain melayani pesanan dari dalam kota, Dodol Ranjang ‘Sido Makmur’ juga diminati oleh orang-orang luar kota, seperti Purwokerto, Semarang, Bandung dan Jakarta. “Langganan yang dari luar kota itu sudah langganan puluhan tahun, biasanya satu bulan sebelumnya mereka telpon dan pesan, ada yang untuk dijual lagi ada yang untuk dimakan sendiri terserah  mereka,” ujar Mindayani sambil terkekeh-kekeh.

Diceriterakan sekilas, pada jaman perang di negera Tiongkok dulu prajurit diwajibkan membawa dodol keranjang untuk persiapan bahan makanan saat perang. Selain itu dodol keranjang yang kenyal atau lengket, rasanya manis dan bentuknya bulat punya pilosofi, yaitu untuk mengeratkan hubungan persaudaraan, banyak rezeki dan tidak berujung atau tidak ada ada akhir. “Filosofinya hubungan saudara tetap erat tidak cerai berai, banyak rezeki dan tidak ada akhir karena bentuknya bulat,” pungkasnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita