Jumat, 25/01/2019, 15:25:21
Sayap Jembatan Ambrol, Ratusan Jiwa Terancam Terisolir
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Pengendara sepeda motor berboncengan hati-hati melintasi jembatan Sungai Tamtu yang ambrol bagian sayapnya (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Ratusan jiwa warga di Dukuh Babakan dan Dukuh Cupangbungur, Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terancam terisolir. Pasalnya, jembatan Sungai Tamtu yang menjadi satu-satunya akses ke dua dukuh tersebut ambro di bagian sayapnya dan nyaris memutuskan jembatan.

Pantauan di lokasi pada Jumat 25 Januari 2019 nampak jembatan sepanjang enam meter lebar 2,5 meter melintang di atas Sungai Tamtu tersebut ambrol bagian sayap oprit pengaman abudmen. Hampir setengah badan jalan di oprit jembatan ambrol, sehingga hanya dapat dilintasi kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

Kepala Desa Mendala, Ali Murtadlo mengatakan, jembatan Sungai Tamtu penghubung utama bagi Dukuh Babakan dan Dukuh Cupangbungur. Jembatan menghubungkan dengan Dukuh Karanganyar dan menuju pusat pemerintahan desa serta kecamatan.

"Jalan dan jembatan itu satu-satunya akses bagi warga Babakan dan Cupangbungur," ujarnya, Jumat 25 Januari 2019.

Menurutnya, oprit jembatan ambrol hampir dua pekan lalu dan saat ini makin terikikis karena hujan sering turun yang mengakibatkan arus sungai besar dan deras. Hanya kendaraan roda dua yang dapat melintas, sementara mobil yang menjadi transportasi warga untuk mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan masyarakat tidak dapat melintasinya.

"Hanya motor dan pejalan kaki yang bisa lewat dan harus hati-hati," kata Murtadlo.

Dikatakan, tidak ada jalan penghubung lain, sehingga jika jembatan tersebut sampai putus dua perdukuhan itu akan terisolir. Warga dua dukuh itu umumnya berpancaharian sebagai petani dan lahannya cukup luas. Dukuh Babakan dihuni sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) dan Dukuh Cupangbungur sebanyak 20 KK, jumlah warga yang tinggal di dua dukuh tersebut mencapai 450 jiwa.

"Dikhawatirkan warga akan mengalami kesulitan ekonomi jika jembatan putus, tidak bisa mengangkut hasil pertanian untuk dijual ke pasar atau lainnya," ungkap Murtadlo.

Camat Sirampog, Wigiyanto SIP membenarkan kondisi ambrolnya jembatan Sungai Tamtu tersebut. Menuruntya, bencana alam tersebut telah dilaporkan ke Pemkab Brebes melalui intansi terkait setelah mendapat laporan dari pemerintah desa.

"Laporan sudah kami teruskan ke Pemkab Brebes," katanya.

Diharapkan segera ada penanganan atas bencana tersebut, untuk mengamankan pondasi jembatan agar tidak ambruk. Penanganan darurat diperlukan pemasangan batu bronjong untk menahan arus deras.

"Penanganan darurat diperlukan bronjong penahan agar sayap jembatan tidak terkikis oleh arus deras sungai," tandas Wigiyanto.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita