Kamis, 24/01/2019, 20:25:18
Paket Tabloid Beredar Beberapa Masjid di Brebes
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Ketua Bawaslu Brebes, Wakro  menunjukan tabloid yang sudah beredar (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes)-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Brebes, dapat laporan adanya peredaran Tabloid Indonesia Barokah, dan sudah tersebar luas di beberapa masjid yang ada di wilayah Brebes, Jawa Tengah, Kamis 24 Januari 2019.

Untuk memastikan adanya laporan yang diperoleh dari masyarakat tersebut, Bawaslu Brebes langsung kroscek ke lapangan untuk menyelusuri peredaran tabloid yang mayoritas berisi dukungan terhadap salah satu pasangan calon presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Wapres).

Alhasil, ternyata perederan Tabloid Indonesia Berkah yang disebar luaskan ke beberapa masjid di wilayah Kabupaten Brebes, berasal dari kiriman yang dipaket oleh Kantor Pos setempat.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Brebes, Wakro, membenarkan adanya laporan berupa paket yang berisi Tabloid Indonesia Barokah yang dikirim ke sejumlah masjid di Brebes melalui PT Pos Indonesia.

Pihaknya pun melakukan pengecekan dengan mendatangi kantor PT Pos Indonesia di Brebes. Dari hasil pengecekan, didapati ada 117 paket yang masih berada di kantor Pos Brebes.

"Kemudian, sebanyak 117 paket tabloid belum dikirim dan masih berada di Kantor Pos Paguyangan. Akan tetapi, ada sebanyak 6 paket tabloid yang sudah dikirim," ujar Wakro.

Selanjutnya, kata Wakro, sebanyak 36 paket tabloid belum di distribusikan dan masih berada di Kantor Pos Ketanggungan. Selain itu, 4 paket tabloid di Kantor Pos Sirampog sudah di edarkan, namun total paket tabloid yang diterima belum dihitung jumlahnya.

Di Kantor Pos lainnya, imbuh Wakro, seperti di Larangan juga menerima paketan tabloid tersebut, namun belum dihitung berapa jumlahnya.

"Terakhir di Kantor Pos Bantarkawung sudah di distribusikan dan untuk jumlah total paket masih dalam penghitungan," jelas Wakro.

Atas temuan itu, pihaknya tidak bisa melakukan penindakan apapun terkait beredarnya tabloid tersebut. Pasalnya, saat ini pihak Bawaslu pusat sedang berkoordinasi dengan Dewan Pers mengenai keabsahan atau validitas tabloid tersebut.

"Kami tidak bisa menahan atau menyetop. Karena arahan dari Bawaslu Jateng dan pusat, agar diidentifikasi dan diinventarisir dulu sambil menunggu instruksi pusat yang berkoordinasi dengan Dewan Pers," terang Wakro.

Hanya saja, ia mengimbau agar penerima tabloid yang berisi muatan politik itu tidak diedarkan terlebih dahulu.

Alasannya, dikhawatirkan nantinya akan menimbulkan kegaduhan terlebih gelaran Pilpres sudah dekat.

"Tapi, jika PT Pos Indonesia tetap mengirimkan paket tabloid itu ke alamat yang dituju, katanya, hal itu menjadi kewenangan dari PT Pos. Pihaknya tidak bisa mencegah atau melarangnya," pungkasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita