Rabu, 23/01/2019, 11:17:54
Dhenok Harti, Kepala TK yang Suntuki Dunia Seni
Laporan Tim PanturaNews

Dhenok Harti

PanturaNews (Tegal) - Kendati tak lagi sebagai orang Tegal, tapi Dhenok Harti, Kepala TK Muslimat NU Susukan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, jebolan pemain Teater Puber Tegal ini, tetap suntuki dunia seni. Khususnya seni baca puisi Tegalan.

Belum lama ini Harti, panggilan sehari-harinya, baru saja menyelesaikan video klip baca puisi tegalan karya Lanang Setiawan dalam waktu sebelas hari. Mengusung sajak-sajak berjudul "Kaniaya", "Petung". "Tangis Njarem",

"Selasa Nahas", "Tak Jaluk", "Aja Gemede", dan salah satu sajak berjudul "Tambani Tatune Enyong" adalah gubahan dari lagu mancanegara milik penyanyi Tony Braxton.

Sajak-sajak Tegalan karya Lanang Setiawan ini, terangkum dalam Mini Album Video Klip.

"Mini Album video klip sajak-sajak Tegalan ini, rencananya akan diluncurkan berbarengan dengan launching antologi puisi Republik Tegalan," tutur Dhenok Harti disela-sela kesibukannya, Selasa 22 Januari 2019.

Menurutnya, pengalaman baca puisi bermula ketika ia membawakan puisi karya WS. Rendra berjudul "Rick Dari Corona" yang dialihwacakan ke dalam basa tegalan menjadi "Rick sing Corona". Puisi tersebut dipentaskan di Taman Budaya Surakarta pada tahun 1994.

Selanjutnya pada tahun 1995 ia membawakan puisi WS. Rendra "Nyanyian Angsa" yang diterjemahkan Lanang Setiawan menjadi "Tembangan Banyak" di Rumah Dinas Bupati Indramayu dalam acara lawatan budaya seniman Tegal.

Di tahun 2006, kembali membawakan puisi karya WS. Rendra berjudul "Rick Dari Corona" yang  diterjemahan oleh Rofiie Dimyati dan Lanang Setiawan menjadi "Rick Sing Corona". Pada saat itu ia berduet dengan Slamet Ambari, aktor film nasional dalam film "Turah" pada acara Jed-jedan Maca Puisi Tegalan bareng Walikota Tegal Adi Winarso, Bupati Tegal Agus Riyanto, Ketua Dewan Tegal, para pejabat, dan seniman.

"Sejak itu saya ketagihan baca puisi. Hingga sekarang, kendati domisili saya berada di Comal, Kabupaten Pemalang, tiap kali saya diundang seniman Tegal, untuk baca puisi saya hadir," ujar Harti yang juga dipercaya sebagai Ketua IGTKI  (Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia) Cabang Comal.

Anehnya, Dhenok Harti hanya menyuntuki baca sajak berbahasa Tegalan. Apologinya, ia merasa lebih sreg baca puisi Tegalan ketimbang puisi berbahasa nasional.

"Saya kok rasanya lebih sreg baca puisi Tegalan. Alasanya bahasa Tegalan tegas, blak-blakan, dan nandes tegas," tandasnya.

Sampai kapan ia berhenti berkesenian? Ia mengaku tak akan pernah berhenti untuk terus berkesenian baik baca puisi maupun berteater.

Menurutnya, pengalaman bermain teater, ia pernah terlibat dalam lakon drama berjudul "Roro Ireng" karya/sutradara Nurhidayat Poso, "Jobong" karya/sutradara Nurngudiono, "Sintren" karya Zaenal MZ dan sutradara Dwi Ery Santoso, "Lenggaong" karya Lanang Setiawan dan sutradara Bontot Sukandar serta masih banyak lagi. Dan selalu ia menjadi pemeran utama.

"Bahkan lakon Lenggaong sempat diusung ke Ancol Jakarta bermain bersama komedian Qomar Cs," katanya mengakhiri obrolan.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita