Selasa, 22/01/2019, 14:08:10
Warga Plompong Kerja Bhakti Buat Jalur Darurat
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Sejumlah warga kerja Bhakti membuat jalur darurat di lokasi jembatan Plompong yang ambruk diterjang arus deras (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews(Brebes) - Sejumlah warga pada Selasa 22 Januari 2019 melakukan gotong royong membuat jalur darurat di lokasi jembatan Sungai Keruh Desa Plompong Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes Jawa Tengah, yang putus diterjang arus deras sungai.

Warga yang terdiri dari masyarakat, perangkat desa, pelajar, Kokam, personil Koramil dan Polsek Sirampog serta lainnya, gotong royong membuat jalur darurat untuk pejalan kaki.

Kepala Desa Plompong, Fatoni mengatakan, putusnya jembatan Plompong berdampak bagi ribuan warga baik ekonomi maupun pendidikan. Warga juga kesulitan untuk mengurus administrasi kependudukan di kantor kecamatan.

"Warga harus memutar arah lewat jalur yang lebih jauh sektar 30 kilometer atau satu jam perjalanan," katanya.

Menurutnya, meski di Desa Plompong terdapat lembaga pendidikan dari tingkat TK hingga SMA, namun banyak siswa yang sekolah di luar desa. Para guru juga banyak yang berasal dari luar desa.

"Hari ini siswa dan guru banyak yang tidak masuk karena tidak dapat lewat," ungkap Fatoni.

Sementara itu jalur darurat dibuat warga dengan membuat jalan setapak menggunakan tumpukan batu dan tangga untuk naik ke bagian jembatan. Jalur darurat hanya untuk pejalan kaki.

"Ini hanya untuk pejalan kaki, itu juga cukup sulit dilalui karena harus menuruni atau menaiki tangga setinggi sekitar lima meter," kata Fatoni.

Selain jalan darurat di sungai, warga juga melakukan pengalihan arus sungai untuk mengamankan pilar jembatan lainnya. Arus sungai diarahkan ke bagian tengah agar tidak menabrak dua pilar yang masih kokoh.

"Arus air juga diarahkan ke tengah agar pilar jembatan yang masih utuh tidak rusak," tutur Fatoni.

Perlu diketahui, jembatan Plompong yang melintang di atas Sungai Keruh sepanjang 90 meter ambruk setelah abudment jembatan ambrol diterjang arus deras sungai, pada Senin 21 Januari 2019 sekira pukul 17.00 WIB.

Camat Sirampog Wigiyanto SIP mengatakan, Desa Plompong salah satu desa yang berpenduduk cukup padat atau sekitar 12 ribu jiwa. Saat ini pihak terkait sedang berupaya melakukan penanganan darurat untuk mengurangi dampaknya.

"Dinas PU dan BPBD saat ini sedang cek ke lokasi untuk mengupayakan penanganan darurat," katanya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita