Senin, 21/01/2019, 20:17:57
Dewi Aryani: Jangan Tergiur Harga Makanan Murah
LAPORAN TAKWO HERIYANTO & SL. GAHARU

Dewi Aryani menunjukan makanan yang berbahaya untuk dikonsumsi (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Pemerintah baik provinsi, kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa dihimbau untuk supaya lebih menggalakan pentingnya sosialisasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebab, hal itu kepentingannya berkaitan dengan masyarakat luas, supaya terhindar dari bahaya makanan dan minuman yang berbahaya.

Demikian disampaikan Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, DR. Hj. Dewi Aryani, MSi, saat menjadi nara sumber dalam kegiatan Komunikasi Informasi Edukasi oleh BPOM Semarang bersama tokoh msyarakat di gedung Korpri Brebes, Senin 21 Januari 2019 siang.

Dalam kesempatan itu, Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr ini, juga menghimbau kepada produsen-produsen boleh mengambil keuntungan, namun dengan tidak menjual produk yang membahayakan kesehatan masyarakat.

"Kami juga mengimbau lagi kepada masyarakat, pilih dengan teliti apabila membeli makanan dan minuman. Jangan karena tergiur dengan harga yang murah, lantas mengabaikan kesehatannya," pinta anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan IX yang meliputi Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.

Menurut DeAr, hampir wilayah di seluruh Indonesia marak dengan perederan makanan, minuman dan obat-obatan yang illegal dan membahayakan kesehatan masyarakat.

"Untuk itu, Pemerintah Daerah harus bisa lebih proaktif, dan bila perlu melakukan inspeksi mendadak ke pasar-pasar tradisional maupun toko obat-obatan. Selain itu, juga perlu adanya pemberian edukasi mengenai BPOM, karena menjadi tanggung jawab bersama," jelasnya.

Sementara itu Kepala BPOM Provinsi Jawa Tengah, Syafriansyah memaparkan pentingnya masyarakat luas untuk mengetahui makanan, minuman dan obat-obatan tradional yang dianggap membahayakan kesehatan.

"Saat ini memang masih marak adanya peredaran makanan, minuman dan obat-obatan yang membahayakan kesehatan masyarakat luas. Jadi, harus berhati-hati dan diantisipasi apabila menemukan makanan, minuman dan obat-obatan yang membahayakan masyarakat luas," tandasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita