Senin, 21/01/2019, 18:59:15
Jembatan Plompong Putus Diterjang Arus Deras
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Jembatan Plompong yang melintang di atas Sungai Keruh, penghubung utama bagi ribuan warga di Desa Plompong putus dihantam arus deras (Foto: Dok.Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Jembatan Plompong yang menjadi akses utma warga Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, putus dihantam arus deras, Senin 21 Januari 2019 sekira pukul 17.00 WIB.

Jembatan yang melintang di atas sungi Keruh sepanjang 90 meter putus setelah abudmen di oprit sisi selatan ambrol dihantam arus deras sungai. Menyusul hujan deras yang terjadi di wilayah Sirampog sejak pukul 14.30 WIB.

Putusnya jembatan Plompong ini untuk yang kesekian kalinya. Terakhir jembatan putus pada tahun 2011 dan dibangun kembali yang kemudian mengalami kerusakan dan dilakukan beberapa kali perbaikan. Pada tahun 2017 lalu sempat dilakukan pembangunan jembatan baru di sisi barat untuk menggantikan jembatan lama namun pembangunan tidak rampung bahkan rangka jembatan baru ambruk saat dilakukan pengerjaan.

Jembatan yang putus kali ini merupakan jambatan lama yang kondisinya juda cukup memperihatinkan. Jembatan dengan landasan lembaran baja tersebut kini tak dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan.

Kepala Desa Plompong Fatoni mengatakan, putusnya jembatan mengakibatkan ribuan warganya mengalami kesulitan jalur transportasi. Jembatan yang menghubungkan dengan Desa Kaliloka tersebut menjadi akses utama menuju pusat pemerintahan kecamatan.

"Anak-anak sekolah dan warga kesulitan akan mengalami kesulitan jalur transportasi," katanya.

Menurutnya, jalur alternatif harus melintasi dua wilayah kecamatan yakni Desa Cilibur di Kecamatan Paguyangan dan menuju wilayah Kecamatan Bumiayu dengan jarak lima kali lipat.

"Lebih dari 20 kilometer jarak yang mesti ditempuh dan harus memutar lewat Cilibur dan Bumiayu menuju ke luar desa," ungkap Fatoni.

Camat Sirampog, Wigiyanto SIP membenarkan putusnya jembatan Plompong tersebut. Menurutnya, sementara jalan jembatan tidak dapat dilewati semua kendaraan termasuk pejalan kaki.

"Jembatan putus tidak bisa dilewati, mendekat ke lokasi juga berbahaya terutama saat kondisi arus sungai deras," katanya.

Dikatakan, pihaknya melalui pemerintahan desa sedang mengiventarisir kerusakan dan melaporkan ke Pemerintah Brebes memlalui intasi terkait. Selanjutnya diharpkan segera dilakukan penangan darurat untuk mengurangi dampaknya bagi warga Desa Plompong.

"Diharapkan ada penanganan darurat secepatnya agar kesulitan jalur transportasi bagi warga segera teratasi," tandas Wigiyanto.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita