Sabtu, 12/01/2019, 14:58:12
Kunker ke Dapil, Dewi Aryani Kunjungi Puskesmas
LAPORAN SL. GAHARU

Dewi Aryani dan tim saat berkunjung melihat konsidi Puskesmas Bangun Galih (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Sarana dan prasarana Puskesmas Bangun Galih, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, perlu perbaikan. Pasalnya, di beberapa titik bangunan induk sudah rusak parah, sehingga banyak ruangan yang sudah tidak dipakai. Karenanya, Puskesmas yang melayani warga 9 desa ini, perlu perhatian khusus.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, DR. Hj. Dewi Aryani, MSi saat kunjungan kerja (Kunker) di Dapil Jawa Tengah IX dengan meninjau kondisi Puskesmas Bangun Galih dan puskesmas lainnya, Sabtu 12 Januari 2019 siang.

“Sebagai anggota Komisi 9 DPR RI, saya punya kewajiban. Salah satunya adalah pengawasan, salah satunya mengunjungi sarana dan prasarana (Sarpras) bidang kesehatan di daerah pemilihan saya,” ujar Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Politisi PDI Perjuangan yang berangkat ke Senayan dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes) ini mengatakan, kunjunganya ke Puskesmas Bangun Galih setelah adanya laporan, bahwa di beberapa titik pelayanan perlu perhatian khusus.

“Beberapa titik sarana dan prasarana puskesmas sudah mengalami kerusakan, sehingga perlu perhatian khusus,” tegas DeAr.

Disampaikan Dewi Aryani, akan mengawal program-program dari puskesmas yang ada di Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes. Anggota Komisi 9 ini selalu melakukan kordinasi, dan menjalin hubungan serta komunikasi dengan kepala-kepala puskesmas.

“Jadi apapun kondisinya, saya dapat update yang akurat. Selain itu, saya juga melakukan pemantauan rutin,” jelasnya.

Sementara Kepala Puskesmas Bangun Galih, Makmur SKM menjelaskan bangunan untuk pelayanan kondisinya sangat memprihatinkan, terutama di bangunan induk. Tiang-tiang banyak yang keropos, lantai amblas dan dinding banyak yang retak-retak. Karena itu ruang pelayanan pengobatan dialihkan ke gedung lain.

“Bangunan utama puskesmas memang mendesak untuk direnovasi. Sejak 27 tahun lalu, bangunan ini belum pernah direnovasi,” tutur Makmur disela dialog dengan Dewi Aryani.

Dikatakan Makmur, usulan untuk pembangunan gedung utama puskesmas sudah diajukan tahun 2018, namun belum ada realisasi. Dia berharap tahun 2019 ini, pengajuan pembangunan bisa disetujui.

“Mudah-mudahan tahun ini usulan pembangunan gedung pelayanan pengobatan Puskesmas Bangun Galih, bisa disetujui,” harap Makmur.

Menanggapi keluhan itu, Dewi Aryani mengakui ada beberapa titik yang perlu disegerakan ditangani, karena memang kondisinya sudah rusak parah. Untuk itu, pihaknya secepatnya akan koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.

“Untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, termasuk puskesmas, sebenarnya sudah ada. Jadi tinggal bagaimana Dinas Kesehatan mengatur anggaran itu untuk puskesmas mana saja. Saya sebagai anggota DPR mengawal, Dinas Kesehatan yang mengatur penggunaanya,” tutur Dewi Aryani.

Ditegaskan Dewi Aryani, pihaknya akan mendesak Dinas Kesehatan, agar puskesmas-puskesmas yang perlu perhatian khusus supaya cepat ditangani.

“Apalagi Puskesmas Bangun Galih adalah puskesmas besar, dimana setiap hari rata-rata melayani 150 warga yang berobat,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Dewi Aryani menyampaikan pihaknya akan membantu biscuit kesehatan untuk ratusan ibu hamil binaan Puskesmas Bangun Galih.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita