Jumat, 11/01/2019, 21:17:28
Ikasma Aksi Damai Peduli Status Lahan SMAN 1 Tegal
LAPORAN NINO MOEBI

Puluhan anggota Ikasma aksi damai turun ke jalan peduli status lahan SMAN 1 Tegal (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Puluhan orang yang tergabung dalam Ikatan Alumni SMA (Ikasma) Negeri 1 Kota Tegal, Jawa Tengah, melakukan aksi damai turun ke jalan di depan SMAN 1 Jalan Menteri Supeno Nomor 16 Kota Tegal, Jumat 11 Januari 2019 siang.

Massa sambil membentangkan spanduk, meneriakkan yel-yel dan berdoa. Sebelum aksi, mereka membubuhkan tandatangan diatas 10 meter spanduk putih.

Ketua Ikasma, Tafakurrozak menyampaikan, aksi turun ke jalan dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan akan persoalan sengketa lahan SMA Negeri 1 Kota Tegal.

"Kami prihatin akan persoalan sengketa lahan SMA Negeri 1 Tegal. Kami merasa memiliki sebagai almameter," tuturnya.

Ia merasa bangunan SMA Negeri 1 Tegal sekarang memiliki nilai sejarah bagi Ikasma. "Bangunan sekolah sudah memiliki nilai sejarah bagi alumni. Dari sekolah ini sudah banyak mencetak orang-orang sukses," ujar dia.

Ia pun mengajak kepada seluruh pihak untuk mengedepankan musyawarah dalam persoalan sengketa lahan. Alasannya seluruh pihak yang terkait memiliki kepentingan pemerintah.

"Kami menghimbau agar seluruh pihak PT KAI, Kementerian BUMN, Kemendagri, Kemendikbud agar duduk dan mencari solusi terbaik. Seluruh pihak tersebut kan sama-sama instansi pemerintah," ungkap Rozak.

Rozak menambahkan, penyelesaian masalah bisa menggunakan restorasi justice. Hal tersebut lantaran mempertimbangkan keberlangsungan dalam proses belajar mengajar di sekolah.

"Coba dipertimbangkan lagi. Apa tidak kasihan dengan proses belajar mengajar bagi siswa?," ujar dia.

Awal mula sengketa lahan terjadi ketika PT KAI mengajukan gugatan atas penerbitan sertifikat hak pakai nomor 1 ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Sertifikat hak pakai lahan seluas 6.890 meter per segi tersebut sudah terbit sejak 28 Agustus 1974 yang terdaftar atas nama perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

Pada 2017 PT KAI mengajukan gugatan atas penerbitan Sertifikat Nomor 1 tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Semarang terhadap Kepala Kantor BPN Kota Tegal, Walikota Tegal dan Gubernur Jawa Tengah dan oleh PTUN Semarang PT KAI menang.

Pada tingkat banding PT KAI diputus oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara di Surabaya juga menang. Pihak tergugat telah melakukan upaya hukum Kasasi namun dimenangkan oleh PT KAI kembali.

Ikasma berpendapat sebaiknya pihak tergugat melakukan pengajuan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK). Para tergugat melakukan gugatan perdata atau melakukan mediasi, perdamaian, islah, kompromi dengan pihak PT KAI agar tercapai hasil yang terbaik bagi SMA Negeri 1 Tegal.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita