Senin, 07/01/2019, 17:26:49
Groundsill Rusak, Ratusan Hektar Lahan Kesulitan Air
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Grounsil penahan arus Sungai Keruh rusak, akibatkan ratusan hektar lahan pertanian di Desa Kalinusu kesulitan air irigasi (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, surati Gubernur Jawa Tengah, ajukan permohonan bantuan pembangunan groundsill Sungai Keruh. Karena kerusakan groundsill tersebut mengakibatkan ratusan hektar lahan pertanian kesulitan air.

Kepala Desa Kalinusu, Khaeroni mengatakan, groundsill Sungai Keruh rusak akibat terkikis arus deras sungai dan sudah lama terjadi tetapi belum dilakukan perbaikan. Surat permohonan bantuan perbaikan groundsill kepada gubernur sudah dikirim pada Septermber 2018 lalu.

"Petani sengsara, kesulitan air untuk mengolah lahan pertaniannya," ujar Kepala Desa Kalinusu, Khaeroni kepada wartawan, Senin 07 Januari 2019.

Menurutnya, sejak kerusakan groundsill lahan pertanian seluas sekitar 450 hektare di Desa Kalinusu selalu mengalami kesulitan air irigasi. Kesulitan air makin parah saat musim kemarau, bahkan banyak lahan yang terpaksa tidak ditanami oleh petani karena tidak mendapat pasokan air.

"Kalau kemarau makin sulit airnya dan banyak yang tidak dapat ditanami padi," ungkap Khaeroni.

Dikatakan, manyoritas warga Kalinusu mengandalkan pendapatan ekonominya dari hasil pertanian. Kerusakan groundsill berdampak menurunnya pendapatan, pemilik lahan tidak dapat mengolah lahannya dan juga buruh tani kehilangan pekerjaan.

"Kalau lahan tidak bisa ditanami, pemilik lahan dan para buruh mengalami kesulitan pekerjaan," tutur Khaeroni.

Diharapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat memperhatikan hajat masyarakat petani di Kalinusu dengan membantu membangun grounsdill yang rusak. Anggaran yang diperlukan sekitar Rp 2 Milyar untuk membangun grundsill di SUngai Keruh Tersebut.

Sementara itu, Kepala UPT Pengairan dan ESDM Wilayah Pemali Hulu, Moch Rozikin membenarkan, kondisi lahan pertanian di Desa Kalinusu mengalami kesulitan air. Kesulitan air irigasi akibat kerusakan groundsill yang merupakan penahan arus di bendung irigasi Notog Sungai Keruh.

"Lahan yang kesulitan air sekitar 243 hektar di Desa Kalinusu akibat kerusakan itu," katanya.

Menurutnya, akibat kerusakan tersebut petani pada musim kemarau membuat tanggul darurat dengan sirtu untuk mengarhkan arus sungai. Tanggul darurat sederhana tersebut dapat membantu smenetar dan tidak maksimal bahkan mudah rusak ketika terjadi hujan.

"Dibuat tanggul dengan karuang diisi sirtu untuk mengarahakan aliran airsungi saat kemarau, tapi sanga tsederhan dana mudah hanyut saat terkena arus sungai yang deras pada waktu hujan," kata Rozikin.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita