Jumat, 28/12/2018, 14:53:33
Kejaksaan Brebes Didesak Ajukan Kasasi Kasus Tandi
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Melihat putusan Pengadilan Tinggi Semarang No. 21/Pid.Sus.TPK/2018/PT SMG tertanggal 5 Desember 2018 yang mengabulkan Permohonan banding dari terdakwa Tandi Api bin Casmin (mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Brebes 2016). Tandi sudah divonis 2,6 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Semarang.

Namun dalam amar putusan banding, Pengadilan Tinggi (PT) Semarang membatalkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang No. 51/Pid.Sus-TPK/2018/PN SMG pada tanggal 17 September 2018.

Dalam putusan banding tersebut juga, PT Semarang melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum, serta memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya, dan membebaskan terdakwa tersebut dari tahanan.

"Ini menjadi catatan hukum tersendiri bagi Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, untuk segera mungkin mengambil langkah hukum selanjutnya. Ini karena pada tuntutan awal yang dipersidangkan oleh Pengadilan Negeri Semarang, terdakwa di vonis bersalah sesuai dengan Pasal 2 UU No.31/1999 tentang Tipikor, sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 dengan penjatuhan hukuman 2,6 tahun penjara," ujar aktivis Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak), Rifan Azzam Amrulloh, Jumat 28 Desember 2018.

Hal itu, kata Riffan, sesuai dengan Pasal 22 UU No. 4/2004 tentang Kekuasaan Kehakiman yang menyebutkan, bahwa terhadap putusan pengadilan dalam tingkat banding dapat dimintakan kasasi kepada Mahkamah Agung oleh pihak-pihak yang bersangakutan. Penyebutan pasal tersebut membuat bahwa putusan banding belum merupakan putusan final, atau inkracht secara hukum.

Melihat cita-cita bersama bahwa bangsa dan negara ini harus tegas dan tidak pandang bulu terhadap koruptor, maka dengan ini Gebrak menyatakan sikap untuk mendesak. Yakni Kejaksaan Negeri Brebes harus mengajukan kasasi atas putusan banding tersebut (kasus Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Brebes).

"Jika Kejari Brebes tidak mengajukan kasasi, maka kami menduga ada apa-apanya. Karena marwah kejaksaan sangat dipertaruhkan dalam hal ini," ucap Riffan.

"Kepada Pemkab Brebes jangan terburu-buru untuk mengaktifkan kembali mantan Kepala Dinas tersebut, sampai memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht," sambungnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita