Sabtu, 15/12/2018, 07:06:32
Tiga Pelaku Spesialis Pembobol ATM Diringkus
LAPORAN JOHARI

AKBP Siti Rondhijah didampingi AKP Agus BY interogasi pelaku pembobol ATM (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Komplotan pembobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM), berhasil diringkus tim Buser Polres Tegal Kota, Jumat 14 Desember 2018. Tiga pelaku diringkus di rumah makan padang, dekat SPBU Karanganyar, usai menempelkan stiker call centre palsu di ATM SPBU Karanganyar, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Siti Rondhijah SSi MKes didampingi Kasat Reskrim, AKP Agus Budi Yuwono alias Agus BY, mengatakan sebelumnya call centre Bank BNI mendapat aduan dari nasabah bahwa kartu ATM-nya tertelan di ATM Rita Mall. Berselang beberapa jam call center BNI mendapat aduan lagi dari nasabah yang ATM-nya tertelan di ATM SPBU Karanganyar. Ketika dilihat di CCTV, ternyata orangnya sama dengan yang di ATM Rita Mall.

“Jadi usai ngerjain di ATM di Rita Mall, pelaku bergeser ke SPBU Karanganyar,” kata Kapolres Tegal Kota, AKBP Siti Rondhijah yang biasa dipanggil Rondhi, Jumat 14 Desember 2018.

Lebih lanjut kata Rondhi, berdasarkan gambar di CCTV, kemudian karyawan bank BNI meluncur ke SPBU Karanganyar, dan melihat pelaku sedang makan di rumah makan padang dekat SPBU. Lantas karyawan BNI menghubungi anggota Buser untuk menangkap pelaku.

“Yang berhasil diringkus oleh tim Buser berjumlah tiga orang yakni Hidayat (30) warga Palembang, Heru Setiawan (29) warga Wonosobo, dan Sarkoha (36) warga Depok. Tim Buser masih mengejar seorang wanita yang bertugas sebagai call center palsu,” ujar Rondhi.

Diungkapkan, modus operandinya para pelaku menempelkan nomor Hp di stiker call center palsu di ATM. Kemudian lubang mesin ATM diganjal dengan tusuk gigi yang dilem. Ketika ada nasabah hendak mengambil uang di mesin ATM, otomotas kartu ATM nya tertelan, uang dan kartunya tidak bisa keluar. Lantas pelaku pura-pura membantu minta nomor pin serta menyarankan nasabah untuk menelpon call center yang ada di stiker.

Saat itu petugas call center palsu yang pelakunya seorang wanita akan menuntun nasabah, bahwa ATM nya akan diblokir. Setelah nasabah keluar dari ruang ATM, para pelaku mulai beraksi menguras semua saldo yang ada.

“Beruntung saat kejadian di ATM Rita Mall, nasabah menghubungi call center yang asli, sehingga petugas bank dapat memantau dari CCTV,” ungkap Rondhi.

Dari tas ketiga pelaku petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, senjata api (senpi) jenis soft gun, senjata tajam (sajam), 30 ATM dari berbagai bank, lem, tusuk gigi, dua unit sepeda motor, kunci L dan uang tunai Rp 5 juta.

“Kemungkinan pelaku sudah sering kali melakukan aksi, karena berdasarkan data dari bank, tiga bulan yang lalu ada laporan dari ATM di SPBU Krandon dan dari Jatibarang,” tandasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga pelaku akan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat) dan UU Darurat.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita