Jumat, 14/12/2018, 23:59:19
Pendidikan Politik Perlu Dilakukan Terus Menerus
LAPORAN SL. GAHARU

Sosialisasi Pendidikan Politik digelar di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Tegal (Foto: Dok)

PanturaNews (Tegal) - Partai Golkar menggelar sosialisasi Pendidikan Politik di beberapa titik di Dapil Jawa Tengah 9. Sosialisasi dengan tema Pendidikan Politik Pemilih Untuk Wujudkan Pemilu Berintegritas, digelar di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Tegal, Jumat 14 Desember 2018 pukul 16.00 WIB.

Pendidikan politik yang dihadiri puluhan peserta diantaranya fungsionaris, dan simpatisan Partai Golkar Kabupaten Tegal, menghadirkan pembicara dari DPP Partai Golkar, Siti Nurhayati, S.Sos.I, M.Kom.

“Pendidikan politik dipandang perlu dilakukan, meski idealnya tidak dilakukan saat pemilu atau kampanye. Pendidikan politik perlu dilakukan terus menerus secara stimulant, masif dan terstruktur agar hasilnya dapat dirasakan lebih cepat menuju cita-cita masyarakat modern sadar politik,” tutur Siti Nurhayati.

Menurutnya, ada beberapa isu mendasar meliputi aspek penting mencakup wawaasan dasar kebangsaan, idiologi politik, kepemiluan, sampai pada teknis sasaran target dan pola komunikasi, dapat dilakukan pada kelompok majemuk maupun segmented sesuai tema. Momentum besar di tahun 2019 menjadi ujian, banyak orang menamakan tahun 2019 sebagai tahun politik.

Lebih lanjut dikatakan, sejarah mencatat Indonesia akan menyelenggarakan pemilu serentak, dengan menggabungkan pemilihan legislatih DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten, DPD RI dan Pilpres secara bersamaan. Dan tahapan formal Pemilu 2019 telah resmi dimulai dengan kampanye, dan akan berpuncak pada hari pencoblosan 19 April 2019 mendatang.

“Belum pernah Negara manapun di dunia menggelar pesta demokrasi secara serentak. Karena itu, perlu edukasi dan pendidikan politik bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Siti Nurhayati.

Sementara Ketua Panitia Penyelenggara, Miftahudin mengatakan kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik ini, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar memilih pemimpin yang benar-benar memperjungkan aspirasi masyarakat. Acara juga bertujuan untuk membesarkan Partai Golkar.

Menurutnya, sosialisasi untuk mengoptimalkan fungsi pendidikan politik dari partai politik, memberi pemahaman mendasar pada warga Negara tentang kebangsaan, idiologi politik, kepemiluan. Kegiatan ini juga bertujuan mendiskusikan isu-isu kebangsaan dan isu kontemporer, menjaring aspirasi masyarakat sebagai salah satu instrument penting dalam pengambilan kebijakan partai.

“Menjadi pelajaran bagi kita bahwa memilih pemimpin jangan lagi berdasarkan transaksional, karena akan berdampak jangka pendek. Hal ini menjadi fenomena saat ini dan harusnya kita pelajari. Untuk pemilu yang akan dating, kita harus memilih pemimpin berdasarkan simbiosismutualisme, bahwa antara pemilih dan yang dipilih saling membutuhkan untuk jangka panjang,” pungkas Miftahudin.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita