Senin, 03/12/2018, 22:51:15
Diduga Gelapkan Tanah, Caleg Ditahan Kejaksaan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, Jawa Tengah, menahan seorang calon legislatif (caleg) salah satu partai peserta Pemilu dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang melipti Kecamatan Brebes, Jatibarang dan Songgom, Kabupaten Brebes.

Caleg tersebut berinisial "Wyd" (61) dengan nomor urut 5 asal Desa Padasugih, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Wyd yang merupakan caleg untuk DPRD Brebes ini, ditahan Kejari, karena terjerat kasus dugaan penggelapan tanah.

Berdasrkan informasi yang diperoleh dilapangan menyebutkan, kasus yang menjerat "Wyd" bermula dari laporan Rochim, suami dari almh Mulyanah. Mulyanah pada tanggal 15 Juli 1999 membeli sebidang tanah kapling seharga Rp 4,5 juta. Pembayaran tanah dilakukan secara bertahap atau angsuran sebanyak 15 kali.

Saat akan mengurus surat surat tanah, Rochim datang untuk meminta sertifikat tanah miliknya. Namun oleh Wyd, tanah tersebut ternyata sudah dijual kepada orang lain tanpa izin dari pemiliknya.

Merasa dirugikan, Rochim melaporkan kasus tersebut ke Polres Brebes. Selanjutnya, kasus tersebut dilimpahkan ke Kejari Brebes.

"Iya benar "Wyd" kami tahan, karena terjerat kasus dugaan penggelapan tanah, yakni menjual tanah orang lain tanpa izin pemiliknya," ujar Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Brebes, Bachtiar Ihsan Agung Nugroho, Senin 3 Desember 2018.

Menurut Bachtiar, "Wyd" yang merupakan pensiunan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu SMA swasta di Kabupaten Brebes ini, sudah dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Brebes.

Namun demikian, lanjut Bachtiar, kasus "Wyd" sebelumnya ditangani Polres Brebes sejak 26 November 2018 lalu, dan saat ini sudah dilimpahkan ke Kejari setempat.

"Sebentar lagi kasusnya akan segera disidangkan," terang Bachtiar.

Akibat perbuatannya "Wyd" bisa diancam pelanggaran Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Brebes, Muamar Riza Pahlevi, menjelaskan, meskipun "Wyd" terlibat kasus dan sudah mendekam dalam tahanan Lapas Brebes, namun nama calegnya tidak dicoret.

Hal itu menyusul yang bersangkutan, sudah masuk tahap validasi jelang cetak surat suara. Meski begitu, apabila kasusnya ternyata inkrah jatuh sebelum pelaksanaan Pemilu, maka suaranya tetap akan masuk ke partai yang mengusung.

"Jadi intinya, apabila kasus yang menjerat "Wyd" ternyata inkrah jatuh sebelum pelaksanaan Pemilu, maka suaranya tetap akan masuk ke partai yang mengusung," pungkasnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita