Jumat, 09/11/2018, 23:44:44
Kejaksaan Brebes Terima Pengembalian Dana Korupsi
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Kejaksaan Brebes menerima pengembalian dana korupsi BOS (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Kepala Sekolah (Kasek) SMK Kerabat Kita Bumiayu, Kabupaten Brebes, Suhirman dan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMK Kerabat Kita Bumiayu, Sugiarto ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, Jawa Tengah.

Keduanya telah ditahan pada Senin 5 November 2018 lalu, atas kasus dugaan korupsi penyalahgunaan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) senilai Rp 2,053 miliar mulai tahun 2015 – 2017.

Dimana, total dana BOS yang diterima sekolah swasta itu selama tiga tahun sebesar Rp 4,9 miliar. Sedangkan dana BOS yang diduga disalahgunaan penggunaannya mencapai Rp 2,053 miliar menjadi kerugian keuangan negara.

Namun demikian, dua terdakwa melalui kuasa hukumnya, telah mengembalikan uang kerugian negara senilai Rp 500 juta.

Pengembalian kerugian negara itu, diserahkan pihak Yayasan SMK Kerabat Kita Bumiayu, dengan didampingi kuasa hukum dua terdakwa dalam kasus tersebut kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, kemarin.

“Kami menerima sebagian uang pengembalian kerugian negara dalam perkara pidana tindak korupsi dugaan penyalahgunaan penyaluran dana BOS SMK Kerabat Kita Bumiayu tahun 2015 – 2017, senilai Rp 500 juta,” ujar Kepala Kejari Brebes, Transiswara Adhi.

Sebelumnya di bulan Agustus lalu, lanjut Adhi, terdakwa Kesek SMK Kerabat Kita Bumiayu, Suhirman saat penahanan mengembalikan uang kerugian negara Rp 594.300.700. Sehingga total uang kerugian negara yang telah dikembalikan baik melalui terdakwa dan yayasan sebesar Rp 1.094.300.700, dari jumlah keseluruhan kerugian negara sebesar Rp2.053.309.800.

Pengembalian uang itu, imbuh Adhi, merupakan rangkaian pengembalian uang kerugian negara atas kasus tersebut.

“Jadi masih ada sekitar Rp 1 miliar lagi kerugian keuangan negera yang ditunggu pengembaliannya. Sesuai informasi dari yayasan, rencananya minggu depan yayasan akan mengembalikan kekurangan kerugian negara ini. Kami optimis kerugian negara sebesar Rp 2.053 miliar ini bisa diselamatkan,” jelas Adhi.

Adhi mangatakan, uang pengembalian kerugian negara yang diterima Kejari itu, akan dimasukan ke rekening penitipan di Bank BRI. Rekening penitipan itu mempunyai persetujuan dari Kejaksaan Agung dan tidak dikenai bunga atau potongan lainnya, yang dikhususkan untuk penyimpanan barang bukti berupa uang.

“Nantinya setelah perkara ini mempunyai putusan inkrah dari pengadilan dan terdakwa tidak ada upaya hukum lagi, baru akan kami setorkan ke kas negara,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga sudah meimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat 2 November lalu. Saat ini pihaknya masih menunggu jadwal persidangannya.

“Sedangkan dua terdakwa, juga telah kami pindahkan penahanannya dari Lapas Brebes ke Lapas Kedungpane Semarang,” jelasnya.

Kuasa Hukum terdakwa, Fajar Putra Sanjaya mengatakan, pengembalian uang kerugian negera itu sebagai bentuk komitmen dari Yayasan SMK Kerabat Kita agar kerugian negara dari perkara itu menjadi nol rupiah.

“Target kami bersama yayasan, sebelum masa persidangan dalam perkara ini, seluruh uang kerugian negara sudah dikembalikan sehingga zero persen. Harapan kami, dengan pengembalian uang kerugian negara ini, dua terdakwa mendapatkan hak-haknya secara hukum. Artinya, akan mendapatkan keringanan hukuman,” pungkasnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita