Kamis, 08/11/2018, 22:28:38
Kearifan Lokal Menjadi Topik Focus Group Discussion
LAPORAN NINO MOEBI

Diskusi Kelompok Literasi Film di Hotel Reize Palace Kota Tegal (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Diskusi Kelompok Literasi Film diprakarsai oleh Pusat Pengembangan (Pusbang) Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kantor Pendidikan dan Kota Tegal dan Dewan Kesenian Kota Tegal, menghadirkan nara sumber Wakil Ketua Komisi X DPR RI, DR H Abdul Fikri Faqih dan Sutradar Film Turah, Wicaksono Wisnu Legowo dengan moderator Bontot Sukandar di Lantai 4 Hotel Reize Palace Jalan Gajahmada Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis 07 November 2018.

Sutradara Film Turah, Wisnu Wicaksono Legowo dihadapan peserta diskusi membahas antara film lokal dan film nasional. Wisnu mencontohkan, film Turah yang prestasi dan kiprahnya sudah terbukti dikancah internasional tetapi masih dibilang film lokal. Sementara film Laskar Pelangi padahal bikinnya di Belitung tetapi tidak disebut film daerah.

"Asumsiku karena para pemain dan pembuatnya bukan para pelaku industri film di Jakarta. Apa lantaran ada para pelaku industri film Jakarta," tutur Wisnu.

Aktor pendukung yang sudah punya nama termasuk yang menjadikan menjadi nama nasional. Mungkin karena daya jangkau distribusinya juga, kalo film film nasional itu didistribusikan melalui bioskop secara besar besaran.

"Kalau mau bikin film, mulai dari narasi yang dekat dengan kita dulu saja, tidak perlu jauh jauh di Tegal bisa," pesan Wisnu.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dinar Marnoto memberikan apresiasi atas bantuan alat pemutar film di ruang terbuka oleh Pusbang film kepada Dewan Kesenian Kota Tegal (DKT). Diharapkan tahun 2019 melalui sinergi Disdikbud dan DKT ada kegiatan apresiasi film di kelurahan dan kecamatan dalam arti semakin banyak aktifitas perfilman yang3 melibatkan masyarakat di tingkat komunitas, tentunya dalam rangka meningkatkan ketahanan dan kontribusi budaya

Hanif dari Pusbang Film Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyampaikan, Ekonomi kreatifitas kemasyarakatan harus dibangun, ada 16 sub sektor untuk bisa dikembangkan dan dibangun termasuk adalah perfilman.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, DR H Abdul Fikri Faqih menyampaikan film sebagai subsektor ekonomi kreatif. Film juga menjadi solusi situasi ekonomi yang sedang lesu.

Film sebagai bagian dari ekonomi kreatif semestinya bisa menciptakan pengungkit sektor ekonomi yg sedang terpuruk. Profesionalisme SDM perfilman menjadi kunci yg harus diperhatikan kabupaten kota.

"Kualitas film tidak bisa dinilai dari film daerah maupun film nasional karena kata kuncinya adalah mutu atau kualitas dan memiliki aspek positif dalam pembangunan karakter bangsa," kata Fikri.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita