Senin, 29/10/2018, 17:47:20
Salah Satu Penumpang Lion Air Warga Asal Bumiayu
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Ilustrasi pesawat Lion Air

PanturaNews (Brebes) - Salah satu warga asal Desa Dukuhturi Kecamatan Bumiayu, Jawa Tengah, masuk dalam daftar penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang mengalami kecelakaan jatuh di perairan dekat Karawang, Jawa Barat.

Penumpang bernama Abdul Khoer putra dari Daiman (77) warga Jalan Pegadaian Timur No. 9RT 05 RW 02 Desa Dukuhturi Kecamatan Bumiayu. Abdul Khoer tercatat dalam daftar penumpang Lion Air naas tersebut.

Sementara itu, penelusuran PanturaNews. Com pada Senin 29 Oktober 2018 pihak keluarga belum menerima kepastian kabar Abdul Khaer menjadi salah satu korban pesawat naas tersebut.

"Keluarga belum menerima kabar kepastiannya dan masih simpang siur," kata Daiman.

Menurutnya, telepon seluler Abdul Khaer ketikan dihubungi masih aktiv tetapi tidak diangkat. Keluarga berharap Abdul Khaer dapat selamat dari kejadian tersebut.

"Harapan kami Abdul Khaer selamat meski namanya masuk dalam daftar penumpang ," kata Daiman.

Abdul Khaer merupakan putra asli Bumiayu yang menjadi pegawai di Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kasi PPA 2b. Abdul Khaer merupakan lulusan STAN dan telah berkeluarga dengan memiliki tiga anak. Abdul Khaer bekerja dan tinggal di Jakarta.

Sementara itu, Badan SAR Nasional (Basarnas) telah menemukan titik lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Basarnas memastikan, pesawat yang baru mengudara dalam dua bulan itu jatuh di perairan dekat daerah Karawang, Jawa Barat.

Pesawat Lion Air itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB tujuan Pangkal Pinang. Kemudian mengalami hilang kontak pada pukul 06.33 WIB.

Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Nugroho Budi Wiryanto mengatakan, kepastian itu didapat setelah tim penyelamat dari Basarnas, dibantu TNI-Polri menemukan serpihan pesawat itu di permukaan air.

“Ada serpihan yang ditemukan di perairan. Namun main body-nya belum. Kedalaman sekitar 30 sampai 35 meter, dan cuaca cukup bagus, hanya mendung-mendung saja. Arusnya di bawah mungkin yang agak kenceng,” kata Nugroho kepada media di Kantor Basarnas, Jakarta, Senin 29 Oktober 2018.

Nugroho mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan peralatan yang diperlukan. Sampai siang ini, Basarnas sedang melakukan penyelaman untuk mencari korban-korban yang ada. Hal-hal yang sudah ditemukan di antaranya, KTP, Passport, SIM, KTA, Kartu BPJS maupun buku tabungan.

“Kita dibantu oleh TNI-Polri sudah mengerahkan 150 personel. Dari Basarnas sendiri sudah mengerahkan 150 personel juga. Jadi totalnya ada 300 orang, tapi nanti akan ditambah lagi untuk mempercepat evakuasi. Potensi-potensi kita masih banyak,” jelasnya.

Untuk tim penyelamnya, kata Nugroho, Basarnas telah menerjunkan sedikitnya 30 personel. Kemudian dari Kopaska juga menurunkan personel, dan mungkin nanti ada dari personel TNI dan Polri yang lainnya.

“Saat ini kita sudah membentuk posko di JICT 2 di Tanjung Priok. Info saat ini kita belum menemukan main body-nya, kita baru menemukan serpihan-serpihan di permukaan saja. Kita menunggu mukjizat dari Yang Maha Kuasa. Tetapi secara umum total ada 178 penumpang ditambah kru menjadi sekitar 189 penumpang yang ada di pesawat,” katanya.

Nugroho menjelaskan, sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku di Basarnas, evakuasi pencarian korban dilakukan selama tujuh hari. Kalau ada kemungkinan lain, Basarnas bisa memperpanjang hingga tiga hari.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita