Selasa, 23/10/2018, 23:22:10
Bawa Sabu-Sabu, Oknum Satpol PP Dibekuk BNN
LAPORAN ADANG PURNOMO

Oknum Satpol PP Kendal saat digelandang petugas BNN (Foto: Adang)

PanturaNews (Kendal) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tangkap, oknum Satpol PP yang bertugas di Kecamatan Kota Kendal berinitial Z, saat hendak melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu di sebuah rumah di Dukuh Gayaman, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Selasa 23 Oktober 2018.

Saat ditangkap, Z masih mengenakan seragam Satpol PP dan dari tangannya, petugas juga menyita satu paket sabu-sabu seberat 0,5 gram.

Selain paket sabu-sabu, diamankan pula barang bukti lain yaitu satu unit telepon genggam, uang tunai sebesar Rp 514.000, satu baju seragam Satpol PP beserta kendaraan dinas pelat merah,

Kepala BNN Kabupaten Kendal AKBP Sharlin Tjahaja Frimer Arie, mengatakan bahwa penangkapan oknum Satpol PP Kecamatan Kota Kendal tersebut, berdasarkan dari laporan warga kepada petugas BNN Kabupaten Kendal, yang menyampaikan akan ada transaksi narkoba.

“Mendengar akan ada transaksi, petugas dari BNNK Kendal segera meluncur ke TKP dan menangkap Z saat hendak menjual narkotika kepada seorang pembeli. Tersangka sempat membuang bungkusan plastik berisi kristal putih seberat 0,5 gram. Diketahui narkotika tersebut jenisnya sabu-sabu,” terang Sharlin.

Tersangka Z, saat ini masih menjalani pemeriksan untuk mengembangkan kasus,  dan mencari jaringan peredaran narkoba lainnya di Kabupaten Kendal.

Ketika diperiksa oleh petugas, oknum Satpol PP itu mengaku hanya dia sebagai pemakai dan rencananya sabu-sabu tersebut akan digunakan bersama-sama dengan seorang oknum perangkat Desa Mororejo yang sudah menghubunginya. Bahkan menurut pengakuannya, peralatan untuk memakai sabu-sabu sudah disiapkan di rumah perangkat desa tersebut.

Saat ditanya darimana memperoleh sabu-sabu, tersangka Z mengatakan bahwa dia memesan dari jaringan bandar narkoba di Lapas Kedungpane Semarang dengan harga Rp 600.000.

"Tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia No 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara," pungkas Sharlin.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita