Kamis, 18/10/2018, 10:25:41
Terpantau di CCTV, Maling Babak Belur Dimassa
LAPORAN JOHARI

Maling nekat (tengah) setelah babak belur dihajar warga kini dikeler polisi (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Warga Dukuh Gintung Desa Rejosari Lor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Rahmat Sujana (25) termasuk maling nekat. Pasalnya, aksi pencurian di rumah Arif Darmawan, warga jalan Panggung Baru Kota Tegal yang pertama merasa aman, ia nekat mencoba mencuri lagi.

Alhasil, maling nekat ini babak belur dihajar warga, karena aksi keduanya  terpantau CCTV, Rabu 17 Oktober 2018 dini hari.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Jon Wesly Arianto SIK melalui Plt Kasat Reskrim IPTU Slamet Sugiharto SH mengatakan, kejadian bermula, Rabu 10 Oktober 2018 korban kehilangan 3 buah HP dan uang tunai sebesar Rp 700 ribu yang ditar, uhnya didalam tas didalam rumah. Setelah dilihat dari rekaman CCTV milik tetangga, memang betul rumahnya disatroni maling dengan cara panjat pagar.

"Dari rekaman CCTV tetangga diketahui ada malaing masuh rumah,"katanya.

Selanjutnya, CCTV tetangganya itu diarahkan ke rumahnya dengan harapan jika ada pencuri lagi bisa Nampak jelas wajahnya. Lagi-lagi dari pantauan CCTV, Rabu 17 Oktober dinihari diketahui seorang laki-laki bolak-balik di depan rumahnya dan wajah sama dengan pelaku yang kejadian pertama.

Setelah pelaku berhasil manjat pagar besi dan mengendap-endap di teras rumah dan berusaha mencongkel jendela. Warga langsung menyergapnya dengan teriak maling…maling, namun pelaku berhasil meloloskan diri.

“Ini termasuk maling nekat, merasa aksi pencurian yang pertama berhasil eh malah diulangi lagi,” ungkap Slamet.

Tak lama berselang, imbuh Slamet, merasa kondisi sudah aman, pelaku berjalan di sekitar lokasi kejadian. Naas, salah satu warga melihat pelaku dan langsung mengejarnya hingga berhasil ditangkap.

“Warga yang sudah terlanjur geram menghadiahi  bogem mentah. Selanjutnya, pelaku diserahkan ke Polres Tegal Kota,” imbuh Slamet.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa dush book. Sedangkan barang bukti lainnya dalam proses pengambilan.

Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian hingga Rp 6.200.000. Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita