Minggu, 07/10/2018, 16:55:39
Dewi: Jumlah Penerima KIS-PBI Harus Proporsional
LAPORAN SL. GAHARU

Dewi Aryani (tengah) saat secara simbolis menyerahkan kartu KIS-PBI kepada warga miskin (Foto: Dok/Erin)

PanturaNews (Tegal) - Penerima bantuan Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus proporsional. Dari data yang ada, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes, tercatat warga miskinya paling banyak di Jawa Tengah, sehingga penerimanya banyak pula.

“Saya harus berjuang keras untuk mempertahankan penerima KIS-PBI, selama mereka masih dibawah garis kemiskinan,” tegas anggota Komisi IX DPR RI, DR. Hj. Dewi Aryani, Minggu 07 Oktober 2018.

Hal itu terungkap saat penyerahan secara simbolis KIS-PBI oleh DR. Hj. Dewi Aryani, M.Si di Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal yang dihadiri 200 orang yang mewakili seluruh desa.

Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr ini menjelaskan, di Kabupaten Tegal penerima KIS-PBI dari APBN jumlahnya 736.762 jiwa. Kabupaten Brebes penerima KIS-PBI dari APBN jumlahnya 1.231.044 jiwa. Jumlah ini sebagai kabupaten penerima terbanyak se Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan Kota Tegal penerima KIS-PBI dari APBN jumlahnya 78.062 jiwa.

Selanjutnya, DeAr harus berjuang keras untuk mempertahankan penerima KIS-PBI, selama mereka masih dibawah garis kemiskinan. Tapi diluar itu, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, secara berkesinambungan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai gerakan hidup sehat.

“Kepada pemegang kartu KIS, saya menyarankan untuk hidup sehat. Artinya, siapapun yang mendapatkan kartu KIS, harus berpikiran bahwa sehat itu yang utama dari pada sakit,” pinta politisi PDI Perjuangan usai penyerahan kartu KIS-PBI.

Sementara soal pendataan warga penerima KIS-PBI, menurut DeAr dimulai dari verifikasi perangkat desa, kemudian diberikan ke kecamatan, dilanjutkan ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan kabupaten. Data global dari kabupaten ini diberikan ke Komisi 9 DPR RI.

“Kita di Komisi 9 menganalisa dan mengevaluasi semua data yang masuk, dan paparan dari BPJS Kesehatan kami pantau. Jadi mana yang berhak diperjuangkan untuk mendapatkan KIS-PBI cukup banyak, dan daerah mana yang mendapatkan tidak cukup banyak,” tuturnya.

Dijelaskan Dewi Aryani yang berangkat ke Senayan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes), di Kota Tegal, penambahan penerima KIS-PBI tidak banyak. Tahun 2018 ini, dari total 78.062 penerima mendapatkan tambahan sekitar 14.000 jiwa. Itu karena kategori warga miskinya lebih sedikit dari Kabupaten Tegal dan Brebes.

Kemudian untuk Kabupaten Tegal, janjut DeAr, sebaran warga miskin berbeda-beda. Misalnya, Kecamatan Kramat mendapatkan 29.812 pemerima KIS-PBI, karena status sosial ekonominya yang diatas standar lebih banyak. Berbeda dengan wilayah Kecamatan Bumijawa mendapatkan 61.377 penerima, karena warga tidak mampunya lebih banyak.

“Dengan pemberian kartu KIS-PBI ini, saya berharap kedepanya tidak bertambah lagi. Karena kita menuntut pemerintah kabupaten bersama-sama dengan provinsi dan pusat, menyegerakan pembangunan dan peningkatan taraf hidup masyarakatnya,” harapnya.

Jadi idealnya, tambah DeAr, setiap daerah penerima KIS-PBI tidak usah banyak-banyak. “Tapi karena kenyataanya warga miskinnya masih banyak, ya kita harus tetap membantu mereka memberikan fasilitas dan akses, supaya mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai,” pungkasnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita