Jumat, 07/09/2018, 22:10:22
Petenis Tegal Sabet Dua Medali di Asian Games 2018
LAPORAN JOHARI

Prima Simpatiaji (jaket merah) Atlet Tenis Tegal, Sabet 2 perunggu di Asian Games (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Aatlet soft tennis, Prima Simpatiaji (37) warga Jalan Pala Barat 3c, Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, berhasil meraih dua medali perunggu di Asian Games 2018. Kepulangannya disambut antusias warga dan pecinta tennis Kota Tegal, Jumat 07 Agustus 2018.

Kedatangan pahlawan olah raga dari cabang tennis yang telah mengharumkan nama Kota Tegal, disambut organisasi kemasyarakatan (ormas) dan warga di stasiun kereta api besar Tegal. Prima tiba di stasiun sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan kereta api (KA) Argo Muria dari Jakarta.

Dari stasiun, Prima diarak menuju rumahnya di ‎Jalan Pala Barat 3C/1216 Desa Mejasem Barat menggunakan mobil dengan diiringi puluhan sepeda motor. Di kediamannya itu, puluhan warga juga sudah menungg‎u untuk menyambut kedatangannya. Tampak juga menyambut, sejumlah pejabat Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata serta pengurus KONI Kota Tegal.

Tiba di ujung gang rumahnya, Prima yang mengenakan jaket berwarna merah bertuliskan Tim Indonesia dan berkalung dua medali perunggu, langsung dipanggul (diusung) oleh anggota ormas. Didepan kedua orang tuanya, Prima langsung mencium tangan kedua orangtuanya. Selanjutnya, menjadi sasaran foto bersama oleh warga yang sudah menunggu dari pagi. ‎Atlet berusia 37 tahun itu pun dengan sabar dan ramah melayani satu persatu warga yang ingin berfoto dengannya.

Prima pulang ke Tegal setelah mengikuti Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta-Palembang. Dalam‎ perhelatan olahraga terbesar di Asia itu, Prima berlaga di cabang olahraga (cabor) soft tennis, dan berhasil meraih dua medali perunggu di nomor tunggal putra dan dan beregu putra.

Ia mengaku bersyukur bisa memperoleh dua medali perunggu, karena lawan-lawan yang dihadapi hingga mencapai babak semifinal terbilang berat.

"Perjuangan tidak mudah karena lawan-lawannya berat, Jepang, Korea, China Taipei. Jadi bersyukur bisa membawa pulang dua perunggu. Ini juga tidak lepas juga dari dukungan masyarakat Indonesia," katanya.

Menurutnya, cabor soft tennis dalam Asian Games 2018 sebe‎narnya ditargetkan untuk meraih satu emas dan tiga perunggu. "Dapatnya satu perak, tiga perunggu. ‎Kita sudah maksimal dan lawannya berat sehingga ini patut disyukuri," tandasnya.

Setelah Asian Games usai, Prima sudah kembali bersiap untuk mengikuti turnamen tenis internasional yang akan digelar di Bali pada Desember mendatang. "Selain itu, juga menunggu nantinya ada atau tidak cabang soft tennis di Sea Games di Philipina," imbuhnya.

Prima bukan kali pertama ini berhasil meraih medali dalam cabor soft tennis yang digelutinya. Sebelumnya, deretan prestasi membanggakan juga sudah pernah diraih anak pasangan Purnomo dan Murdiati itu, diantaranya tiga medali emas di Sea Games 2011 yang digelar di Palembang, dan medali perunggu di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Seni dan Budaya (Disporasenbud) Kota Tegal, Ir Cucuk Daryanto mengatakan, keberhasilan Prima diharapkan bisa memacu atlet-atlet Kota Tegal lainnya. Meskipun Pemkot Tegal belum memberikan bonus saat ini, namun sudah diagenda dan akan dirapatkan oleh pimpinan.

“Insya Allah bonus dari Pemkot Tegal ada, tapi untuk sekarang kami belum berani mengatakan bonus apa yang akan diberikani, yang pasti ada,” ujar Cucuk.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita