Jumat, 24/08/2018, 20:13:46
DeAr dan PT KAI Dialog, Penggusuran Batal Dilakukan
LAPORAN SL. GAHARU

Dear foto bersama warga usai dialog (atas) dan (bawah) Dear menyambangi warga yang lumpuh (Foto: Dok/Tim)

PanturaNews (Tegal) - Setelah Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Dewi Aryani, MSi melakukan mediasi dan dialog dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI), penggusuran rumah warga di RT: 4 dan RT: 19 RW: 7 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal yang akan dilaksanakan Senin 3 September 2018, tidak jadi dilakukan.

Dialog digelar di rumah Sutarno di RT: 04 Kelurahan Panggung, dihadiri semua warga terdampak penggusuran dari RT: 4 dan RT: 19 RW: 7 Kelurahan Panggung. Dewi Aryani hadir di tengah warga didampingi pejabat PT KAI yang mewakili Direksi PT KAI.

Sebelumnya warga sempat datang mengadukan soal rencana penggusuran rumah yang menempati lahan milik PT KAI. Melihat kondisi saat ini, Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr, akhirnya melakukan dialog dengan Direksi PT KAI. Dialog berhasil dan melakukan negosiasi untuk menunda penggusuran yang seharusnya akan dilakukan pada tanggal 3 September 2018.

"Alhamdulilah Pak Edi, Dirut PT KAI dan Pak Doni, Direktur Aset PT KAI mengabulkan permohonan untuk tidak melakukan penggusuran pada 3 September ini,” ujar DeAr, politisi yang berangkat ke Senayan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes) ini.

Lebih lanjut dijelaskan DeAr, hal-hal teknis lainnya akan dilakukan pertemuan kembali dengan PT KAI, sehingga tuntutan warga yang mayoritas adalah mantan pegawai PT KAI, dapat menemukan solusi terbaik untuk kedua pihak.

“Selanjutnya akan dilakukan dialog kembali untuk mencari solusi yang baik antara warga dengan pihak PT KAI,” tuturnya.

Usai pertemuan, Dewi Aryani juga menyempatkan menengok H Mukri, mantan masinis yang tinggal di lokasi sejak 30 tahun lalu. “Pak Mukri pernah berjasa menyelamatkan kereta argo dari kecelakaan. Sekarang kondisinya tidak bisa bicara dan lumpuh,” kata DeAr.

Sebelumnya, puluhan warga menggerudug gedung DPRD Kota Tegal, mengadu sehubungan tempat tinggal mereka akan digusur. Warga merasa keberatan atas keputusan PT KAI dengan kompensasi ganti rugi yakni sebesar Rp 250.000 per meter.

Direncanakan, penertiban lahan milik PT KAI yang ditempati warga RT 4 dan 19 RW 7 Kelurahan Panggung, sudah investasi untuk membuat bengkel mesin bubut dan jalur trek mesin bubut PT KAI pada awal tahun 2019.

Namun DPRD sangat menyayangkan PT KAI yang tidak koordinasi dengan Pemerintah Kota Tegal, terkait akan menggusur warga RT 4 dan RT 19 RW 7 Kelurahan Pangungg, meskipun itu lahan milik PT KAI.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita