Kamis, 09/08/2018, 19:33:00
Dewi Aryani: Mau Cantik Cari Kosmetik yang Aman
LAPORAN SL. GAHARU

Dewi Aryani dan BPOM Jateng sosialisasi memilih kosmetik yang aman (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Anggota DPR RI Komisi 9 Fraksi PDI Perjuangan, DR. Hj. Dewi Aryani, MSi kerjasama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), sosialisasi dengan tema "Memilih Kosmetik Yang Aman", di Hotel Gran Dian Slawi, Kabupaten Tegal, Kamis 09 Agustus 2018.

Sosialisasi dihadiri 500 undangan yang terdiri dari berbagai lintas sektor dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tegal. Selain Plt Kepala BPOM Jateng, Dra Zeta Rina Pudjiastuti M.Kes hadir pula para ketua PKK dari 18 kecamatan.

Pada kesempatan itu, Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr menekankan kepada peserta sosialisasi, bahwa cantik memang perlu tapi jangan lupa untuk waspada dan jeli dalam memilih produk kosmetik.

Menurut politisi PDI Perjuangan yang berangkat ke Senayan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes), saat ini banyak beredar kosmetik yang secara instan dapat memberi dampak kecantikan, misalkan tiba-tiba jadi lebih putih, lebih langsing. Bahkan banyak masyarakat yang secara sengaja melakukan tindakan penggunaan kosmetika atau bedah kosmetika, namun dilakukan bukan oleh pakar.

"Kepada BPOM, kami juga menekankan untuk melakukan sidak secara rutin dan menjangkau pula pasar tradisional di desa-desa,” pinta DeAr.

Saat ini, lanjut DeAr, sudah banyak beredar kosmetik tanpa ijin edar dan mengandung zat berbahaya di pasar-pasar desa. Menjadi tanggung jawab bersama, termasuk aparat, selain menghindari dampak berbahaya kosmetik, para produsen dan pengedar harus mendapatkan hukuman berat.

Acara juga dihadiri Kasubdit Dinkes Kabupaten Tegal, dr Ansori yang mewakili Bupati Tegal, mantan Bupati Tegal Agus Riyanto, anggota DPRD Kabupaten Tegal Hutri Agus Mardiko. Para bakal calon legislative dari PDI Perjuangan, puluhan perangkat desa se-Kecamatan Margasari, Balapulang dan Pagerbarang, Kader PKK dan Karang Taruna.

Dewi Aryani minta agar masyarakat juga berperan aktif menginformasikan pengetahuan yang diperoleh tentang obat dan makanan, sehingga dapat meningkatkan kemandirian komunitas masing-masing dalam memilih produk obat dan makanan yang aman, bermanfaat dan bermutu untuk dikonsumsi.

"Masyarakat juga ikut serta mengawasi peredaran kosmetik yang sekarang ini marak beredar bebas dan membahayakan masyarakat, sehingga masyarakat makin bijak dalam membeli kosmetik maupun obat-obatan," tandasnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita