Senin, 14/05/2018, 04:16:41
Jembatan Bulu Kembali Dapat Dilewati Kendaraan
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

PanturaNews (Brebes) - Jembatan Sungai Bulu Desa Langkap Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dapat kembali dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Sebelumnya jembatan di jalan kabupaten ruas Bumiayu-Cilibur itu ditutup karena putus tiga pekan lalu.

Kepala Desa Langkap, Mustolih mengatakan, pemerintah desa dengan dibantu swadaya dari masyarakat melakukan pembuatan jembatan darurat dengan kontruksi kayu. Kini jembatan dapat kembali dilewati kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat berukuran kecil.

"Mulai dua hari ini sudah dapat dilontasi kendaraan jenis motor dan kendaraan kecil," ujarnya, Senin 14 Mei 2018.

Menurutnya, jembatan darurat dibangun dengan kontruksi kayu. Terdiri dari lima batang kelapa utuh masing-masing spanjang 14 meter. Dia tas batang kelapa tersebut dipasang lempeng kayu setebal enam centimenter melintang tiga meter sepanjang batang kelapa u ntuk lantai jembatan.

"Bantang pohon kelapa utuh dan lantainya dari kayu lokal jenis mahoni dan johar," katan Mustolih.

Dikatakan, biaya yang dikeluarkan mencapai hampir Rp 20 juta dan belum termasuk swadaya dari masyarakat. Jembatan darurat dibangun meninggat vitalnya jalur tersebut yang juga menghubungkan wilayah Kecamatan Sirampog dan Kecamatan Paguyangan.

"Warga sangat membutuhkan sehingga desa bersama warga berupaya untuk dapat membuat jembatan darurat dan sekarang sudah dapat dilewati," ungkap Mustolih.

Meski dapat dilewati untuk sementara kendaraan turk bermuatan tidak diperkenankan lewat karena dikhawatir keselamatannya. Meski bekitu untuk kendaraan truk jenis engkel kecil dapat lewat tanpa muatan.

"Warga di sini banyak yang memiliki tuk engkel kecil sehingga masih dibolehkan lewatr dengan tidak membawa muatan," tambah Mustolih.

Pembuatan jembatan darurat dilakukan setelah ada izin dari pihak BPBD Kabupaten Brebes, melalui rapat dengan pemerintah desa dan juga Dinas PUTR. Hasil rapat BPBD siapuntuk membuat jembatan darurut, tetapi masih harus menunggu proses pencairan dananya.

Sementara itu, meningat pentingnya jembatan tersebut bagi aktivitas perekonomian warga, BPBD mempersilahkan pemerintah desa melakukan pekerjaan pembangunan jembatan darurat terlebih dulu.

"Warga sudah sangat mebutuhkan, sehingga desa diberi izin untuk membangun dan sifatnya talangan," kata Mustolih.

Perlu diketahui, sebelumnya Jembatan Sungai Bulu Desa Langkap, ambrol bagian oprit dan kedua pondasinya, Kamis 26 April 2018 sekira pukul 13.00 WIB. Akibatnya jalan kabupaten ruas Bumiayu-Cilbur ditutup total untuk seluruh kendaraan.

Pondasi Jembatan Bulu ambrol akibat tergerus arus deras sungai. Sebelumnya bagian oprit ambrol akibat hujan deras pada sehari sebelumnya. Jembatan lebar 3,5 meter dan panjang enam meter itu ditutup untuk semua jenis kendaraan karena sangat membahayakan.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita