Rabu, 09/05/2018, 11:57:10
Herujito: Walikota Harus Bisa Mendatangkan Uang
LAPORAN SL. GAHARU

Calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal Nomor 5, Herujito-Sugono (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Pemimpin harus memberi rasa optimis kepada masyarakatnya. Pemimpin itu harus bekerja maksimal untuk melayani warganya. Jadi untuk mewujudkan program Sreg 5 Sempurna, yaitu Dokter Jemput Pasien lanjut usia dan ibu melahirkan yang tidak mampu, adalah hal yang sangat mungkin dilakukan jika pemimpinya mau.

Hal itu ditegaskan Pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tegal Nomor 5 yang diusung PDI Perjuangan, Herujito-Sugono (Heru-Gono) pada Debat terbuka putaran 2 Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tegal, Jawa Tengah Tahun 2018 digelar di Convantion Hall Hotel Bahari Inn Jalan DR Wahidin Sudirohusodo Kota Tegal, Senin 7 Mei 2018 malam.

Herujito juga menegaskan bahwa Dokter Jemput Pasien lanjut usia dan ibu melahirkan sudah melalui kajian dan studi banding. Jadi ketika paslon lain mendebat bahwa program itu membutuhkan APBD yang cukup besar, Herujito memaparkan bahwa program itu secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak mampu.

“Jadi program Dokter Jemput Pasien lanjut usia dan ibu melahirkan yang tidak mampu, adalah program yang sangat mungkin dijalankan di Kota Tegal yang hanya memiliki empat kecamatan dan 27 kelurahan,” tutur Herujito.

Dijelaskan Herujito, program Dokter Jemput Pasien lanjut usia dan ibu melahirkan yang tidak mampu sudah melalui studi banding di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan yang sudah melaksanakan program itu. Kabupaten Bantaeng yang luasnya 10 kali lipat dari Kota Tegal, ternyata sukses dan banyak diadopsi oleh daerah lain.

Menurut Herujito, programnya sangat membantu masyarakat miskin Kota Tegal yang jumlahnya kira-kira 20 ribu, dengan penyakit terbanyak adalah infeksi saluran pernafasan. Jadi untuk warga lanjut usia dan ibu yang akan melahirkan tapi tidak mampu datang ke dokter atau bidan, maka pemerintah wajib untuk memberikan pelayanan. Jadi kalau dibilang anggaranya kurang, ini adalah tugas walikota bagaimana mendatangkan investasi, bagaimana mendatangkan uang.

“Tidak dengan membagi-bagi APBD. Kalau dengan membagi-bagi APBD, semua orang bisa. Tapi bagaimana seorang walikota mampu mendatangkan uang,” tegas Herujito.

Program dokter jemput pasien, sudah dilakukan oleh kader PDI Perjuangan terbaiknya di Kabupaten Bantaeng. Daerah yang luas wilayahnya sepuluh kali Kota Tegal, berhasil menjalankan program ini.

“Setelah saya mempelajari, program dokter jemput pasien, sangat bisa dijalankan di Kota Tegal yang hanya punya empat kecamatan, dan 27 kelurahan. Kita tinggal menambah tenaga medis, menambah ambulan di setiap Puskesmas,” terangnya.

Dengan begitu, lanjut Herujito, untuk membangun Kota Tegal menjadi lebih baik, maka walikota harus siap melayani masyarakatnya kapanpun. Walikota harus siap siang malam. Walikota harus punya integritas, punya visi misi yang berpihak kepada rakyat. Walikota harus punya kompentensi.

“Bukan walikota yang hanya beretorika mengumbar program dan manis tutur katanya. Untuk itu, kami, Heru-Gono siap mewakafkan diri untuk melayani, melindungi, mensejahterakan masyarakat Kota Tegal,” pungkas Herujito.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita