Kamis, 12/04/2018, 10:07:05
Jenazah TKI yang Tewas di Singapura Dimakamkan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Idza Priyanti saat mengunjungi keluarga TKI yang tewas di Singapura (Foto: Takwo Heryanto)

PantutaNews (Brebes) - Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI), Karsinah (26) asal Brebes yang tewas akibat terjatuh dari lantai 8 apartemen majikannya di Singapura tiba di kampung halamanya, dan dimakamkan pada Kamis 12 April 2018 pukul 10.00 WIB.

Pada kesempatan itu Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti, SE, MH berkunjung ke rumah Karsinah di Desa Siandong RT 01 RW IV, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kunjungannya Bupati Brebes itu, untuk menyampaikan belasungkawa, dan mengajak orang tua korban agar ikhlas menerima musibah yang menimpa anaknya.

Sebagaimana diketahui, warga Desa Siandong Larangan itu, mengalami kecelakaan kerja saat membersihkan kaca, dan terjatuh pada 29 Maret 2018 lalu.

"Semua orang tidak menghendaki musibah apalagi sampai menimbulkan kematian, tetapi Allah SWT berkehendak lain sehingga kita harus ikhlas, tabah dan semoga korban ditempatkan di surga-Nya," ujar Idza sembari mengelus anak korban, Kamis 12 April 2018.

Bupati yang didampingi suaminya, Drs Kompol H Warsidin MH berdoa semoga korban tergolong mati syahid, karena tengah membela ekonomi keluarganya.

Idza juga mengaku turut lega karena Karsinah bekerja sebagai PMI lewat jalur yang legal. Sehingga proses pengurusan dokumen dan pemulangan jenazah berjalan lancar.

Kepada keluarga korban, Idza menyarankan agar berkoordinasi terus dengan dinas tenaga kerja, PJTKI yang memberangkatkan dan aparat desa untuk menyelesaikan hak-hak almarhumah.

"Bantuan dari Pemkab juga ada, berupa santunan sebesar Rp 2 juta agar diurus lewat Dinas Sosial, termasuk dari BPJS Ketenagakerjaan juga semoga mendapatkannya," ucap Idza.

Sebenarnya, lanjut Idza, akan bertakziah sejak pagi tetapi karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan baru sempat saat ini.

Korban tiba di rumah duka sekitar pukul 07.00 WIB dan dimakamkan di pemakaman umum desa setempat pukul 10.00. Istri dari Wahidin ini mendapat simpati ribuan pelayat yang mengantar ke pemakaman.

Pihak keluarga menerima kabar kematiannya pada 5 April 2018. Informasi yang mereka terima, korban Karsinah terjatuh saat sedang membersihkan jendela di apartemen majikannya pada 29 Maret 2018.

Karsinah sempat mendapat penanganan medis selama sepekan penuh, hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir tanpa ada keluarga yang mengetahui, bahkan menemaninya saat-saat terakhirnya.

Anak pasangan dari Waidi-Rugini tersebut hanya lulusan sekolah dasar (SD), sehingga memaksanya menjadi PMI karena desakan ekonomi keluarga. Karsinah meninggalkan seorang suami Wahidin, dan dua orang anak Zarah Aulia Putri (8) dan Muhammad Ahdan Farel (3).




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita