Sabtu, 31/03/2018, 06:38:11
Soleh Akbar, Seniman yang Berprinsip Jasmerah
LAPORAN BAMBANG AS

Pencipta dan penyanyi, H. Soleh Akbar

PanturaNews (Semarang) - Pencipta dan pelantun lagu Tenaga Kerja Wanita dan Tenaga Kerja Indonesia, H. Soleh Akbar yang terkenal se Nusantara dan mancanegara itu, termasuk satu dari seniman yang memiliki tanggungjawab moral dan berwawasan kebangsaan.

Karena itu, H. Soleh Akbar berani berkorban moril dan materil dalam berkontribusi kepada bangsa dan Negara, khususnya demi perkembangan music Indonesia.

Puluhan lagu ciptaan lainnya yang antara lain berjudul Berantas Korupsi, KPK, Stop Miras Narkoba, Penjahat Narkoba, BNN, Polisi Negara, Polisi Lalu Lintas, didedikasikan untuk membangun moral dan mental anak negeri.

Bagi H Soleh Akbar, pantang jeri dalam berkarya cipta, kendati puluhan ciptaan lagu yang dinyanyikannya belum memberikan nilai sepadan. Namun itu bukan jadi beban melainkan sebuah dorongan untuk terus berkarya. 

Maka perjuangan seniman kelahiran Semarang ini, dibuktikan tidak putus terus mencipta lagu yang tajam memotivasi anak negeri menyerap aspirasi yang tumbuh di tengah dinamika masyarakat. Dan penghayatannya sebagai penyanyi dan pencipta bermuara pada sejarah.

“Setiap orang memiliki sejarahnya sebagai aku, setiap bangsa sebuah negara memiliki sejarah kebangsaannya. Tentu, semuanya bernurani dan berpikiran jangan sampai melupakan sejarah, ya Jasmerah. Lagu pun memilki sejarah penciptaannya, semua berbusur sejarah.

Maka sebagai seniman, semestinya saya berprinsip Jasmerah yang menyadari kelak semua memang tinggal sejarah. Sejarah memiliki hak mencatatnya seperti yang diberlakukannya kepada banyak seniman pencipta, termasuk Bapak Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman maupun bapak Bengawan Solo, Gesang,” ujar H Soleh Akbar yang merencanakan bersafari Bhayangkara pada bulan Juli mendatang. 

Soleh Akbar yang menyoroti dinamika sosial melalui lagu ciptaannya, memang boleh berharapan kapanpun kelak direspons pemerintah melalui program-program penyuluhan lembaga KPK, BNN, maupun Polri. Dan ketiga lembaga negara tersebut bersinergi terkait kontribusi lagu-lagu ciptaannya yang bernilai itu, untuk mendukung program penyuluhan pembangunan moral bangsa.

Karyanya yang telah didedikasikan untuk KPK terdiri tiga lagu berjudul KPK, Korupsi, dan KKN. Untuk BNN tiga lagu berjudul Stop Miras Narkoba, BNN, dan Penjahat Narkoba. Sedangkan untuk Polri tiga lagu berjudul Polisi Negara, Polantas, dan Sama-sama Tugas.

Ketiga lembaga tersebut secara terbuka telah membantu menyediakan ruang syuting pengambilan gambar video klip pendukung, album spesifik motivasi anak negeri yang pada tahapan awal telah diperbanyak dan disitribusikan secara nasional sebagai sosialisasi.

“Lagu-lagu yang saya cipta dan nyanyikan sendiri itu, semuanya didukung klip yang syutingnya berlatar belakang lokasi Mabes tiga lembaga yang menjadi kebanggaan bangsa yaitu Mabes Polri, KPK, dan BNN di Jakarta untuk kepentingan pengambilan gambar klip. Termasuk sebelumnya syuting di Polda Jateng Semarang untuk pengambilan tiga lagu bertemakan Polri yaitu Polisi Negara, Polantas, dan Sama-sama Tugas,” ujar Soleh Akbar yang lagunya Waduk Jatibarang pernah memperoleh penghargaan Obor Seni dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.   

Seniman berwawasan kebangsaan ini memang tak pernah lelah berkreatifitas terus mencipta lagu, dan menyanyi demi memotivasi masyarakat supaya hidup lebih sehat, sejahtera dan berbudaya. Dia peduli perkembangan budaya sebagai salah satu pilar kekuatan bangsa dan Negara.

Kiprahnya mencipta dan menyanyikan lagunya, adalah upaya terus mengingatkan masyarakat supaya peduli pada bina mental diri, menjaga  pariwisata dan seni budaya lokal di nusantara sebagai pilar jati diri bangsa.

Menurut Soleh Akbar, kemajuan potensi dunia music daerah di nusantara sangat membutuhkan kepedulian pemerintah dan masyarakatnya, supaya terjadi sinergi tepat sasaran dalam membantu mewujudkan program pemerintah yang dimengerti dan dipahami secara dini.

“Saya berharap pemerintah komitmen menyertakan potensi seni music dan semua unsur budaya local, sebagai ujung penyuluhan dan pencerahan yang menghibur kepada seluruh masyarakat. Kiprah positif ini lebih menjadikan masyarakat aktif dan sadar perannya sebagai warganegara yang berbangsa dan bernegara, untuk siap mendukung setiap program pemerintah dalam memajukan semua wilayah di Indonesia,” ungkap Soleh Akbar yang menjabat Wakil Ketua PAPPRI Jawa Tengah.

Soleh Akbar dikenal pula sebagai penyanyi dan pencipta lagu Waduk Jatibarang yang jadi ikon wisata Kota Semarang, termasuk lagu Candi Borobudur, Dieng, Karimunjawa, Goa Jatijajar, dan Nusa Kambangan.

Beberapa lagu spesifik nasional antara lain Stop Miras Narkoba, Korupsi serta KPK mendapat respons positif sebagai cipta karya kontribusi kesenimannya membantu pemerintah yang bertekad melaksanakan program pembangunan bersih dari korupsi sepenuh hati menjaga amanat rakyat.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita