Sabtu, 31/03/2018, 12:22:11
Temuan Ikan Bercacing, Ini Kerja Nyata BPOM
LAPORAN SL. GAHARU

Anggota Komisi 9 DPR RI, DR. Dewi Aryani

PanturaNews (Tegal) - Temuan 27 merek makarel ikan dalam kaleng yang sudah positif mengandung cacing pita sangat berbahaya bagi kesehatan, adalah kerja nyata Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Saya memberi apresiasi kepada BPOM yang telah melakukan sidak dan penelitian,” ujar Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, DR. Dewi Aryani, M.Si kepada PanturaNews di Tegal, Jawa Tengah, Jumat 30 Maret 2018 malam.

Dikatakan Dewi yang akrab disapa DeAr, BPOM telah melakukan sidak, penelitian terhadap 66 merek ikan kaleng kemasan. BPOM berani terbuka mengumumkan kepada masyarakat, bahwa dari 66 merek ada sejumlah 27 merek positif mengandung cacing pita.

“Cacing pita sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, karenanya masyarakat berhati-hati dalam mengkonsumsi ikan dalam kemasan kaleng itu,” pinta DeAr yang berangkat ke Senayan dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes).

Badan POM menyatakan, sampai sejauh ini cacing yang ditemukan dari makerel produk Cina atau berasal dari perairan Cina. Ditegaskan DeAr, masyarakat harus waspada dan menyadari bahaya mengkonsumsi ikan kemasan yang di nyatakan mengandung cacing pita.

Lebih lanjut DeAr menuturkan, BPOM harus secara berkesinambungan tidak hanya melakukan sidak dan mengumumkan kepada masyarakat, namun juga mengingatkan dan menindak produsenya. Para distributor hingga pengecer di seluruh daerah, juga segera diperintahkan untuk segera menarik peredarannya, dan segera memusnahkannya karena sangat berbahaya.

“BPOM harus memanggil seluruh produsen, dan melakukan investigasi menyeluruh terhadap proses produksi ikan kemasan tersebut," tandas Dewi.

Dewi juga mengingatkan para produsen harus segera melakukan evaluasi mengenai bahan baku dan proses produksi, sehingga ke depan dapat dilakukan antisipasi, agar memproduksi ikan kemasan menggunakan ikan yang aman dari cacing. Terutama proses produksi hingga pengalengannya, juga memenuhi standar kesehatan makanan kemasan.

“Ini baru kerja nyata BPOM, berani mengungkap hasil temuan dan tentunya harus juga di lanjutkan sidak dan penelitian terhadap produk-produk makanan kemasan lainnya,” pintanya.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita