Minggu, 11/03/2018, 07:06:51
Warga Sambut Gembira Hasil Kajian Ilmiah Pemekaran
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Acara tasyakuran pemekaran di Aula Kecamatan Bumiayu (Foto; Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Warga wilayah selatan Kabupaten Brebes Jawa Tengah, menyambut gembira atas keluarnya hasil kajian akademis yang dilakukan Universitas Diponegoro (Undip) terkait pemekaran Kabupaten Brebes.

Hasil kajian akademis itu menyebutkan bahwa Brebes bagian selatan yang terdiri dari enam kecamatan yakni Bumiayu, Tonjong, Sirampog, Paguyangan, Salem, dan Bantarkawung berpotensi atau layak menjadi daerah otonomi baru (DOB).

Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Brebes, drg Rozikin mengatakan hasil kajian tersebut disambut baik lantaran warga di enam itu sudah cukup lama menunggu.

"Alhamdulillah Brebes bagian selatan berpotensi untuk menjadi daerah otonomi sendiri," katanya kepada media usai acara tasyakuran pemekaran Kabupaten Brebes, Sabtu 10 Maret 2018 malam.

Menurutnya, dengan hasil kajian akademis itu, semua yang dibutuhkan untuk menjadi kabupaten sendiri sudah terpenuhi. Hasil itu, merupakan hasil perjuangan semua warga yang sudah ditunggu- tunggu sejak lama.

Kata dia, pada kajian akademis pada tahun 2015, yang juga dilakukan tim dari Undip Semarang, tidak mengatakan layak atau belum layak menjadi kabupaten sendiri, karena masih ada data yang belum didapatkan.

"Untuk menjadi kabupaten baru, ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan, di antaranya kajian akademis itu," kata Rozikin.

Hal yang sama juga diungkapkan tokoh dari Bumiayu, drh H Agus Sutrisno. Menuritnya kajian pada 2015 lalu itu belum menyimpulkan hasil apa- apa.

"Saat itu, tim mengatakan ada lima indikator yang belum terpenuhi," katanya.

Kata dia diantaranya data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan data konsumen listrik di daerah Brebes selatan.

"Setelah pemekaran terwujud akan meningkatkan kualitas pelayanan, ekonomi, dan tata pemerintahan, kata mantan anggota DPRD Brebes ini.

Diungkapkan, selama ini masyarakat di enam kecamatan sudah banyak menghabiskan jutaan rupiah hanya untuk mengurus berbagai keperluan administrasi ke pusat pemerintahan yang ada di Kecamatan Brebes.

Karenanya, seluruh elemen masyarakat di Brebes bagian selatan diajak untuk mengawal perkembangan pemekaran ke tingkat provinsi hingga pusat. 

Sementara itu, panitia tasyakuran Jefry Arsya Roby menyatakan, ratusan bahkan seribuan warga dari berbagai elemen di Kecamatan Bumiayu, Sirampog, Tonjong, Paguyangan, Bantarkawung dan Salem, ikut menghadiri kegiatan tasyakuran yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bumiayu itu.

"Antusias dan dukungan masyarakat jug nampak dari adanya dukungan pembiayaan kegiatan tasyakuran, berupa dari sumbangan sukarela dari berbagai lapisan masyarakat," terangnya.

Acara tasyakuran juga dihadiri para tokoh masyarakat dan tokoh agama serta beberapa anggota DPRD dari wilayah selatan.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita