Jumat, 23/02/2018, 05:28:02
Longsor di Salem Jadi Perhatian Presiden Jokowi
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Presiden Jokowi sampaikan berduka cita lewat akun twitter resminya.(Foto: Dokumen)

PanturaNews (Brebes) - Musibah bencana tanah longsor yang terjadi di hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem petak 26 RPH Babakan, tepatnya di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bentuk perhatian dari Presiden Jokowi terhadap musibah bencana tanah longsor yang mengakibatkan 5 korban meninggal, 18 hilang dan 14 korban luka-luka itu, disampaikan melalui  akun Twitter resminya @jokowi.

Lewat akun Twitter resminya itu, Presiden Jokowi menyampaikan berduka citas atas musibah longsor di Kabupaten Brebes, yang terjadi pada Kamis 22 Februari 2018, pukul 08.00 WIB.

"Berdukacita atas musibah longsor di Brebes. Saya sudah instruksikan instansi terkait bergerak cepat untuk evakuasi korban. Semoga keluarga korban dikuatkan. Al Faatihah -Jkw," tulis Jokowi, di akun Twitter resminya, yang mendapat banyak tanggapan positif dari pengguna twitter ini.

Sementara itu, terkait musibah bencana longsor yang terjadi di wilayahnya itu, Bupati Brebes, Idza Priyanti, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, yang turun langsung ke lokasi bencana longsor turut prihatin.

“Kami atas nama Pemkab Brebes ikut prihatin atas musibah ini. Semua elemen tim SAR gabungan bergerak cari korban hilang,” tuturnya.

Atas musibah tersebut, pihaknya merencanakan status tanggap darurat bencana longsor selama 14 hari. Penetapan status darurat pasca-terjadinya longsor besar di Pegunungan Lio, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes.

“Rencana waktu tanggap darurat selama 14 hari terhitung semenjak Kamis ini. Tanggap darurat dibutuhkan untuk mempermudah penanganan longsor,” ujar idza.

Untuk pencarian, lanjut Idza, tim relawan belum boleh mengevakuasi korban lantaran tanah longsoran yang masuk bergerak. Sehingga, evakuasi digunakan kalau keadaan telah aman.

Pihaknya pun mendirikan pos bencana dan dapur umum sebagai bentuk kepedulaian untuk upaya proses pencarian yang dilakukan tim gabungan.

Pihaknya menghimbau kepada warga  setempat dan sekitarnya untuk tidak mendekati lokasi bencana longsor.

“Kita juga meminta kepada warga agar bersama- sama untuk berdoa supaya proses pencarian korban yang belum ditemukan berjalan dengan lancar, sehingga dapat ditemukan semuanya,” harapnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita