Selasa, 13/02/2018, 11:49:17
Banjir Makin Meluas, Ratusan Warga Dievakuasi
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Tim SAR mengevakuasi warga ke posko pengungsian yang ada di beberapa tempat (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Banjir akibat instensitas hujan yang tinggi dan meluapnya beberapa sungai, ditambah dengan jebolnya tanggul sungai Pemali di Desa Terlangu, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng) kemarin, kini mulai meluas.

Dari pantuan PanturaNews.Com, meluasnya banjir ini akibat limpasan banjir dari luapan sungai pemali akibat tanggul jebol di Desa Terlangu menuju ke beberapa titik di Kecamatan Brebes.

Diantaranya, Kampung Saditan, yang sebelumnya ketinggian air tidak mencapai jalan raya, kini sudah mulai menggenangi jalan raya di beberapa titik kampung Saditan.

Kemudian di Kelurahan Gandasuli, Limbangan Kulon, Wetan dan Kaligangsa Kulon serta Wetan, juga mulai naik ketinggian airnya dibeberapa titik. Ketinggian air mulai meningkat hingga mencapai satu meter lebih.

Akibatnya, warga terpaksa harus dievakuasi untuk di tampung di posko-posko pengungsian, salah satunya di gedung DPRD Brebes. Sebagian besar warga yang mengungsi di gedung wakil rakyat ini, berasal dari Kelurahan Gandasuli dan Limbangan Kulon.

Nampak, para korban banjir adalah selain para orang tua, dewasa, remaja, anak-anak dan balita, juga terdapat sejumlah ibu hamil yang menempati posko pengungsian di gedung DPRD yang berada di Jalan Gajah Mada Brebes ini.

Kurniasih (33), warga RT:04/01 Kelurahan Limbangan Kulon mengatakan, ia bersama keluarganya terpaksa mengungsi di gedung DPRD Brebes, lantaran tempat tinggalnya sudah tergenang banjir hingga 1 meter lebih.

"Dari kemarin malam saya mengungsi disini (gedung DPRD Brebes). Tapi ada juga warga yang baru mengungsi tadi pagi," tutur Kurniasih.

Ia berharap selain banjir cepat surut, juga adanya bantuan logistik makanan yang disalurkan agar datang tidak terlambat.

Selain, terdapat para pengungsi, juga para relawan dan tim medis yang yang berrtugas membantu korban banjir. Bahkan, sejumlah staf dan pejabat PNS di gedung DPRD Brebes, juga turut membantu mereka dalam penyaluran pendistribusian logistik makanan.

Sementara, dokter interenship dari RSUD Brebes, yang berjaga di posko pengungsian DPRD Brebes, mengatakan, para korban banjir mulai terserang penyakit. Seperti gatal-gatal, batuk, pilek, dan saluran infeksi pernafasan.

"Sejauh ini, setelah kami periksa masih bisa tertangani dan tidak ada yang dirujuk ke RSUD. Obat-obatan juga masih cukup tersedia," tuturnya.

Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan evakuasi, salah satunya di Kelurahan Limbangan Kulon  untuk membantu para korban banjir ke posko-posko penampungan.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita