Sabtu, 10/02/2018, 12:33:31
PWI Kecam Pemerasan oleh Oknum Ngaku Wartawan
LAPORAN JOHARI

Sekhun didampingi wartawan lainnya orasi mengecam oknum wartawan yang memeras (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tegal, JawaTengah, mengecam keras adanya aksi pemerasan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku wartawan, sehingga nama baik wartawan tercoreng di masyarakat.

Hal itu dikatakan Ketua PWI Kota Tegal, M. Sekhun saat menggelar aksi simpatik dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) di Jalan AR Hakim, pertigaan Yogya Mall, Jumat 09 Februari 2018 sekitar pukul 09.00 WIB.

“Kami minta aparat Polres Tegal Kota, mengusut sampai tuntas kasus pemerasan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku wartawan. Untuk membuat efek jera, sehingga dikemudian hari tidak terjadi lagi,” tegas Sekhun.

sekhun juga menghimbau kepada masyarakat untuk memahami kerja jurnalis yang sejatinya merupakan perwujudan dari pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Jika ada wartawan yang memeras, hal itu tidak selaras dengan Kode Etik Jurnalis (KEJ) yang diatur dalam UU Nomor 40/1999 tentang pers.

“Masyarakat jangan takut dengan wartawan, jika ada yang mengaku wartawan dan melalukan intimidasi, ancaman atau pemerasan silahkan lapor ke aparat hukum dalam hal ini kepolisian,” imbuhnya.

Kuncoro Wijayanto wartawan tivi menegaskan, wartawan harus independen dan jujur, jangan menyebarkan berita hoax yang akibatnya menimbulkan keresahan di masyarakat. Selain itu, masyarakat diminta harus berani melaporkan jika ada orang atau oknum yang mengatasnamankan wartawan namun melakukan intimidasi, ancaman dan pemerasan.

“Kita harus berani menentang oknum yang mengaku wartawan, melakukan intimidasi, ancaman dan pemerasan  kepada masyarakat,” tegasnya.

Kabag Humas Pemkot Tegal, Bintang Takarini menyayangkan dengan adanya oknum wartawan yang terlibat kasus hokum. Kedepan, pihaknya akan dilakukan verifikasi dan uji kopetensi kepada wartawan.

“Syaratnya ada surat tugas dari redeksi, ada media, ada karyanya dan harus ikut uji kopetensi, jika tidak lolos ya mohon maaf kami tidak bisa menerima, namun ini harus disosialisasikan terlebih dahulu kepada teman-teman wartawan,” ujar Bintang.

Aksi simpatik yang digelar puluhan wartawan dari berbagai media, selain membentangkan spanduk diantaranya  ‘Pers alat pemerasatu bangsa’, ‘Pers sehat tidak memeras’, ‘Jangan takut kepada wartawan, kami hanya menulis berita’ dan masih banyak lagi. Juga membagikan coklat dan es krim, serta pernyataan sikap Ketua PWI Kota Tegal kepada masyarakat.

Aksi simpatik PWI Kota Tegal dihadiri Waka Polres Tegal Kota Kompol Priyadi dan Kapolsek Tegal Selatan Kompol Zaenal Arifin, dibantu oleh petugas Satlantas Polres Tegal Kota, untuk mengatur lalulintas.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita