Selasa, 30/01/2018, 04:40:17
Bendung Glempang akan Dijadikan Lokasi Wisata
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Kawasan Bendung Glempang di Desa Kaligiri Kecamatan Sirampog, direncakan menjadi lokasi wisata (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Lokasi kawasan bendung irigasi Glempang di Desa Kaligiri, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akan dikembangkan menjadi destinasi wisata baru. Hal itu terungkap saat dilakukan peninjauan ke lokasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Brebes, Selasa 30 Januari 2018.

Kepala Desa Kaligiri, Rosidin mengatakan, lokasi tersebut selama ini telah banyak dikunjungi warga dari berbagai tempat. Lokasinya sangat bagus dengan pemandangan yang indah dekat dengan aliran Sungai Pedes.

"Setiap hari-hari libur bahkan lebaran selalu banyak dikunjungi wisatawan dari beberapa tempat," ungkapnya.

Menurutnya, lokasi tersebut juga merupakan jalur untuk menuju ke Curug Putri, air terjun yang cukup terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan. Pengunjung biasanya akan berlama-lama di Bendung Glempang menikmati pemandangan ayng indah da air yang jernih mengalir.

"Biasanya pengunjung menuju Bendung Glempang setalah itu baru ke Curug Putri dan kembali berlama-lama lagi di Glempang," kata Rosidin.

Dikatakan, beberapa potensi wisat yang ada di Bendung Glempang diantaranya danya aliran Irigasiyang dapat menjadi area Tubing dengan panjang airan sekitar 200 meter. Ada juga air panas yang dapat dialirkan untuk kolam pemandian dan juga taman.

"Ada lahan yang cukup luas yang dapat ditenami tanaman untuk memperindah lingkungan juga untuk kawasan penyangga air," tutur Rosidin.

Sementara itu, tokoh pemuda setempat Wahyullah mengatakan, masyarakat sekitar sangat mendukung dan menginginkan Bendung Glempang benar-benar menjadi lokasi wisata. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekitar juga menambah pendapatan bagi desa maupun pemerintah.

"Kami warga di sini sangat mendukung menjadi lokasi wisata untuk meningkatkan kesejahteraan warga," katanya.

Kata dia, sudah bertahun-tahun lahan di kawasan Bendung Glempang digarap oleh perorangan untuk tanaman pertanian. Hal itu menimbulkan kecemburuan mengingat lahan tersebut merupakan milik dari Dinas Perairan.

"Selama ini digarap oleh perorangan sehingga selalu menjadi iri dan kecemburuan warga lainnya, karena hanya dinikmati oleh perorangan, kalau diubah menjadi temapat wisata akan banyak memberi manfaat bagi banyak orang," terang Wahyullah.

Kabid Pariwisata Dinas Pariwasata dan Kebudayaan Brebes, Iskandar Agung SPi MSi yang meninjau ke lokasi Bendung Glempang mendukung keinginan desa dan warga tersebut. Pemerintah Desa Kaligiri dapat mengembangkannya bersama masyarakat.

"Lokasi cukup representatif untuk dijadikan destinasi waisata, sebaiknya pihak desa yang mengelolanya untuk kesejahteraan warganya," katanya.

Dikatakan, meski begitu karena lahan tersebut milik Perairan dapat diusulkan ke Pemkab Brebes untuk dilakukan pengelolaan. Selanjutnya untuk pembangunan sarana dan pengembangannya dapat menggunakan anggaran desa.

"Jika dikelola oleh desa bersama masyarakat akan sangat baik, karena hasilnya juga untuk kesejahteraan warga," ucap Iskandar.

Sementara itu, aktivis LSM Patal DAS Mohammad Jamil mengingatkan, agar Bendung Glempang dikembangkan menjadi lokasi agro wisata. Kawasan tersebut agar ditanami dengan tanaman yang dapat menjaga kelestarian air.

"Itu harus dikelola dengan untuk konservasi guna penyelamatan lingkungan sebagai penyangga air," katanya.

Sangat baik jika dikelola desa untuk wisata alam dengan mengembangkan tanaman untuk menjaga kelestarian lingkungan. Terlebih lokasinya yang dekat dengan aliran Sungai Pedes, sehingga dapat mendukung kelestarian sungai juga.

"Kami sangat mendukung dikelola menjadi wisata dengan memperbanyak tanaman keras untuk menjaga kelestarian lingkungan terutama daerah aliran sungai," tandasnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita