Jumat, 12/01/2018, 05:58:54
Otak Kawanan Pencuri Mobil Dibekuk di Sumedang
LAPORAN JOHARI

Empat pelaku komplotan pencurian mobil dikeler ke Polsek Tegal Timur (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Dede Rosadi (41) warga Desa Sukahayu RT 02/07, Kecamatan Ranca Kalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, otak pelaku pencurian mobil Daihatsu Grandmax di Jalan Sangir, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, yang sempat buron akhirnya berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Tegal Timur, Kamis 11 Januari 2018. Tiga pelaku lainnya telah ditangkap terlebih dahulu. 

Kapolres Tegal Kota, AKBP Jon Wesly Arianto SIK melalui Kapolsek Tegal Timur Kompol HM Syahri SH membenarkan pelaku adalah otak pencurian mobil tersebut. Menurutnya, dalam komplotan pencurian mobil Daihatsu Grandmax Nopol G-8575-EE warna silver metalik tahun 2013, peran  pelaku adalah yang memesan mobil curian untuk dijual kepadanya. 

“Jadi sebenarnya Dede Rosadi alias Didik ini otaknya, dia yang  memesan mobil curian kepada tiga orang temannya untuk dijual kepadanya dan rencananya akan dijual kembali, namun juga bisa dikatakan penadah,” ungkap Syahri.

Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa mobil  Daihatsu Grandmax Nopol G-8575-EE warna silver metalik tahun 2013, yang plat nopolnya sudah diganti menjadi D 1093 ACO. “Untung mobilnya masih ada, belum sempat dijual kepada orang lain,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tiga dari empat pelaku pencurian kendaraan roda empat, berhasil diringkus jajaran Unit Reskrim Polsek Tegal Timur, Polres Tegal Kota, Jawa Tengah, Jumat 05 Januari 2018. Satu orang masih dalam pengejaran petugas. Kasus pencurian mobil ini terjadi di Jalan Sangir, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu 25 Februari 2017 lalu.

Modusnya, salah satu tersangka  meminjam kunci mobil Daihatsu Grand Max Nopol G-8575-EE warna silver milik Mohammad Faisol (46), warga Jalan KH Mukhlas RT 02 RW 03 Panggung, Kota Tegal yang dititipkan di rumah saudaranya, Sugiyanto. Di rumah korban tidak ada tempat parkir, kemudian kunci tersebut diduplikat.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita